TVRINews, Klungkung
Gelombang pasang yang terjadi pada Minggu siang memicu abrasi parah di kawasan pesisir antara Banjar Monggalan dan Kampung Kusamba, Kabupaten Klungkung. Abrasi menggerus bibir pantai, merusak fasilitas warga, menumbangkan pohon perindang, hingga mengancam area tambat perahu nelayan dan kawasan pelabuhan penyeberangan menuju Nusa Penida.
Kerusakan paling parah terjadi di wilayah timur pelabuhan barang Banjar Monggalan, tepat di perbatasan Banjar Monggalan dan Kampung Kusamba. Hantaman gelombang besar membuat daratan di sepanjang garis pantai mengalami pengikisan cukup signifikan.
Sejumlah pohon perindang berukuran besar yang sebelumnya tumbuh di bibir pantai tampak tumbang akibat abrasi. Pohon-pohon roboh tersebut menutup akses jalan pesisir yang biasa digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari dan jalur tracking.
Abrasi juga merusak kebun milik warga serta area tambat jukung nelayan setempat. Kondisi tersebut membuat nelayan kesulitan mengamankan perahu dari hantaman gelombang tinggi.
Untuk mencegah perahu terbawa arus laut, sejumlah nelayan terpaksa mengikat jukung pada pohon-pohon yang masih tersisa di sekitar pantai. Sebagian lainnya memindahkan perahu ke kawasan Pantai Segara Kusamba yang dinilai lebih aman.
Salah seorang nelayan, I Nyoman Mudiana, mengatakan abrasi kali ini membawa dampak besar bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan dan petani.
“Kami tidak hanya kehilangan tempat menambatkan perahu, tetapi juga kehilangan lahan pertanian karena pantainya terus terkikis,” ujar Nyoman Mudiana, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mengaku warga semakin khawatir karena abrasi bergerak ke arah timur dan mendekati kawasan pelabuhan penyeberangan di Kampung Kusamba. Saat gelombang pasang terjadi, air laut disebut mulai masuk hingga area parkir pelabuhan.
Warga khawatir infrastruktur pelabuhan penyeberangan menuju Nusa Penida ikut terdampak jika abrasi terus meluas tanpa penanganan cepat. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu jalur penting transportasi dan distribusi masyarakat di wilayah Klungkung dan kepulauan sekitarnya.
Abrasi di kawasan pesisir Kusamba bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, Pantai Monggalan juga mengalami kerusakan cukup parah akibat gelombang pasang yang menyebabkan belasan rumah warga hilang terbawa arus laut.
Kondisi itu menjadi peringatan meningkatnya kerentanan kawasan pesisir Kusamba terhadap abrasi dan perubahan garis pantai akibat cuaca ekstrem serta tingginya intensitas gelombang laut.
Masyarakat setempat menilai kerusakan pesisir semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Selain dipicu cuaca dan gelombang tinggi, berkurangnya vegetasi penahan abrasi serta perubahan kondisi pantai diduga mempercepat pengikisan daratan.
Abrasi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga pesisir yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan tradisional dan petani. Kerusakan area tambat perahu membuat nelayan kesulitan melaut, sementara lahan pertanian yang tergerus abrasi mengancam sumber penghasilan warga.
Selain mengancam permukiman dan aktivitas ekonomi, abrasi berpotensi merusak akses jalan pesisir dan fasilitas umum lainnya apabila tidak segera ditangani.
Warga Desa Kusamba dan Kampung Kusamba berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan darurat untuk mencegah abrasi semakin meluas. Mereka meminta Balai Wilayah Sungai Bali-Penida melakukan mitigasi dan perlindungan garis pantai, seperti pembangunan tanggul penahan ombak dan penguatan struktur pesisir.
Menurut warga, langkah cepat diperlukan agar kerusakan tidak semakin parah dan mengancam permukiman di sepanjang garis pantai.
Fenomena abrasi di sejumlah wilayah pesisir Bali dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain dipicu cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, kenaikan muka air laut serta perubahan ekosistem pesisir juga disebut meningkatkan risiko abrasi di kawasan pantai.
Karena itu, pemerintah didorong memperkuat sistem mitigasi bencana pesisir, termasuk penataan kawasan pantai, rehabilitasi vegetasi pelindung, serta pembangunan infrastruktur pengaman pantai di wilayah rawan abrasi.










