TVRINews, Denpasar
Pemerintah bersama TNI terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan Presiden Prabowo Subianto secara virtual pada Sabtu (16/5/2026). Di Bali, kegiatan dipusatkan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Sembung, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Acara tersebut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Gubernur Bali Wayan Koster, pejabat daerah, serta masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan koperasi desa di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
“Kalau ekonomi desa kuat, masyarakat sejahtera, maka stabilitas keamanan dan ketahanan wilayah juga akan semakin kokoh. Karena itu, Kodam IX/Udayana mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini,” ujar Piek Budyakto, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebanyak 166 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun di wilayah Kodam IX/Udayana. Jumlah tersebut terdiri atas 73 unit di Nusa Tenggara Timur, 55 unit di Nusa Tenggara Barat, dan 38 unit di Bali.
Menurut Piek Budyakto, keterlibatan TNI tidak hanya mendukung pembangunan fisik koperasi, tetapi juga membantu pendampingan dan percepatan pelaksanaan di lapangan agar koperasi segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali terus mempercepat pembentukan koperasi desa di seluruh kabupaten dan kota. Hingga saat ini, pembangunan KDKMP di Bali masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan mencapai 120 unit pada akhir Juli 2026.
Namun, jumlah koperasi yang telah terbentuk masih jauh dari target. Dari sekitar 700 desa dan kelurahan di Bali, baru sekitar 5,3 persen yang memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Dari sekitar 700 desa dan kelurahan di Bali, baru sekitar 5,3 persen yang memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Karena itu, pembentukannya terus dipercepat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat desa secara lebih luas,” kata Koster.
Koster menilai koperasi desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Bali, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup, persaingan usaha, dan ketergantungan ekonomi pada sektor pariwisata.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah ekonomi produktif untuk mengelola potensi lokal desa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga usaha mikro dan kerajinan masyarakat.
Selain memperkuat aktivitas ekonomi warga, koperasi juga diharapkan mempermudah distribusi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah berencana mengintegrasikan program subsidi dan distribusi barang kebutuhan masyarakat melalui jaringan koperasi desa agar lebih tepat sasaran.
Melalui koperasi tersebut, masyarakat desa juga akan memperoleh akses pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. Skema ini diharapkan membantu pelaku usaha kecil dan masyarakat desa yang selama ini kesulitan memperoleh modal dari lembaga keuangan formal.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan baru di desa. Pemerintah berharap pengembangan koperasi mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang menyerap tenaga kerja lokal, terutama generasi muda.
Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi urbanisasi akibat minimnya peluang kerja di desa. Pemerintah menargetkan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Selama beberapa tahun terakhir, ketimpangan pembangunan antara kota dan desa masih menjadi tantangan nasional. Sejumlah desa di Indonesia masih menghadapi keterbatasan akses modal usaha, rendahnya daya saing produk lokal, distribusi kebutuhan pokok yang belum merata, serta minimnya lapangan pekerjaan.
Karena itu, pemerintah menjadikan penguatan koperasi sebagai salah satu instrumen utama untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional. Melalui sistem koperasi, masyarakat diharapkan terlibat langsung dalam pengelolaan usaha bersama sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara kolektif.
Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi baru di pedesaan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa.










