TVRINews, Tabanan
Ratusan warga memadati Balai Banjar Adat Kelakahan Kaja, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, untuk mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini digelar Koramil 1619-04/Kediri, Kodim 1619/Tabanan, dengan tayangan melalui TVRI.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, warga sudah berdatangan bersama keluarga. Mereka menyaksikan laga babak 32 besar antara Inggris melawan Kongo yang berlangsung pada 1 Juli 2026. Anak-anak, remaja, tokoh masyarakat, perangkat desa, TNI, Polri, hingga lansia ikut memenuhi lokasi dan menikmati suasana kebersamaan.
Suasana meriah terasa sepanjang pertandingan. Sorakan warga terdengar setiap kali terjadi peluang dan gol. Momen ini menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat tanpa sekat, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan desa.
Komandan Koramil 1619-04/Kediri, Kapten Inf. Anak Agung Putrawan, mengatakan kegiatan nobar tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat.
"Kegiatan nonton bareng ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial antara TNI dengan masyarakat. Kami ingin membangun kedekatan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas melalui momentum Piala Dunia yang disiarkan TVRI," ujar Komandan Koramil 1619-04/Kediri, Kapten Inf. Anak Agung Putrawan, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menambahkan, siaran Piala Dunia melalui TVRI dapat menjadi sarana pembelajaran nilai sportivitas, toleransi, dan persatuan bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Melihat antusiasme warga, Koramil 1619-04/Kediri merencanakan kegiatan serupa di sejumlah desa di Kecamatan Kediri selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
Perbekel Desa Buwit, I Made Suartika, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai nobar mampu memperkuat kerukunan, persatuan, dan semangat gotong royong warga.
Persiapan kegiatan dilakukan sejak tiga hari sebelumnya dengan melibatkan Banjar Adat Kelakahan Kaja, perangkat desa, dan organisasi kepemudaan. Fasilitas seperti layar lebar, sistem suara, dan penataan lokasi disiapkan secara gotong royong agar warga dapat menonton dengan nyaman.
Desa Buwit memiliki sekitar 2.100 penduduk yang tersebar di tujuh banjar adat dan empat banjar dinas. Keterlibatan warga dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya budaya kebersamaan di tingkat desa.
Selain menjadi hiburan, kegiatan nobar juga memperkuat interaksi sosial di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin individual. Kegiatan ini menghadirkan ruang pertemuan langsung antarwarga serta mempererat silaturahmi.










