TVRINews, Denpasar
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menemukan sebanyak 23 pengunjung tempat hiburan malam positif mengonsumsi narkoba dalam Operasi Bersinar yang digelar pada Minggu dini hari.
Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pencegahan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika di kawasan yang dinilai rawan, khususnya wilayah pariwisata Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, dan pusat Kota Denpasar.
Kegiatan ini melibatkan BNNP Bali bersama Polres Badung dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Operasi dipimpin langsung Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Putera Sadana dengan sasaran kawasan hiburan malam yang ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Tahap pertama operasi dilaksanakan di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara, yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas wisata dan hiburan di Bali. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga melakukan pemeriksaan secara sampling terhadap dokumen keimigrasian dan tes urine kepada 13 orang yang berada di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran dokumen keimigrasian maupun indikasi penyalahgunaan narkotika. Seluruh warga negara asing yang diperiksa diketahui memiliki dokumen keimigrasian yang sah, sementara hasil tes urine juga menunjukkan negatif narkoba.
Usai menyelesaikan pemeriksaan di wilayah Badung, tim gabungan melanjutkan operasi ke salah satu tempat hiburan malam di kawasan Teuku Umar, Denpasar, yang masih beroperasi hingga dini hari. Di lokasi kedua ini, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 38 orang pengunjung. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 23 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 15 laki-laki dan delapan perempuan.
Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Putera Sadana mengatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif sekaligus pengawasan rutin untuk meminimalkan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kawasan hiburan malam yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Menurutnya, seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara humanis tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun kenyamanan wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali. Ia menegaskan bahwa hasil tes urine positif tidak serta-merta menunjukkan seseorang sebagai pengedar narkotika.
Oleh karena itu, seluruh individu yang hasil pemeriksaannya positif akan menjalani asesmen lebih lanjut guna mengetahui status mereka, apakah sebagai penyalah guna, pecandu, atau terdapat keterlibatan lain dalam jaringan peredaran gelap narkotika.
"Asesmen dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan agar dapat ditentukan langkah hukum maupun rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Brigjen Pol Putu Putera Sadana, Senin, 27 Juli 2026.
BNNP Bali juga akan melakukan pendalaman terhadap hasil pemeriksaan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan asal-usul narkotika yang dikonsumsi serta ada tidaknya keterkaitan dengan jaringan peredaran narkoba di Bali.
Operasi Bersinar merupakan salah satu bentuk sinergi antarinstansi dalam memperkuat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika, terutama di daerah yang menjadi pusat aktivitas wisata. Selain melibatkan unsur kepolisian, operasi ini juga menggandeng pihak Imigrasi untuk memastikan tidak terdapat pelanggaran keimigrasian oleh warga negara asing yang berada di lokasi sasaran.
BNNP Bali menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting mengingat Bali merupakan destinasi wisata internasional dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika apabila tidak dilakukan pengawasan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BNNP Bali berharap dapat memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, keamanan, serta citra pariwisata Bali.
BNNP Bali turut mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba, sekaligus menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan.









