TVRINews, Badung
Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan daging babi di Kabupaten Badung mengalami peningkatan signifikan. Tradisi mepatung atau membeli daging babi secara berkelompok untuk kebutuhan Penampahan Galungan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut.
Peningkatan permintaan ini turut berdampak terhadap harga babi hidup di tingkat peternak lokal. Saat ini, babi dengan kualitas unggul dan bobot di atas 100 kilogram dijual dengan harga mencapai sekitar 40 ribu rupiah per kilogram. Peternak menyebut, kenaikan permintaan daging babi menjelang Galungan mencapai sekitar 45 persen dibandingkan hari biasa. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan masyarakat Bali yang masih mempertahankan tradisi mengolah daging babi sebagai bagian dari rangkaian persiapan hari raya.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Badung seperti Kedonganan, Pecatu, dan Kerobokan menjadi daerah yang masih aktif menjalankan tradisi mepatung dalam jumlah besar. Tradisi ini membuat kebutuhan babi meningkat karena masyarakat biasanya membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan maupun diolah bersama keluarga dan kelompok.
Salah seorang peternak babi di Badung, I Wayan Subandra, mengatakan peningkatan permintaan menjelang Galungan memberikan dampak positif terhadap pergerakan harga ternak. Namun, para peternak tetap harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan hewan agar pasokan tetap tersedia.
“Permintaan memang meningkat menjelang Galungan, terutama untuk kebutuhan mepatung. Harga saat ini cukup baik bagi peternak, tetapi kami tetap fokus menjaga kesehatan babi karena ancaman penyakit seperti ASF masih menjadi perhatian,” ujar I Wayan Subandra, Selasa, 16 Juni 2026.
Sementara itu, di tingkat pasar tradisional Badung, harga daging babi bersih saat ini berada di kisaran 80 ribu rupiah per kilogram. Pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan menjelang Galungan, dengan rata-rata penjualan mencapai hingga 150 kilogram daging babi per hari.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daging babi juga menjadi perhatian bagi pelaku usaha peternakan, mengingat ancaman virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) masih menjadi tantangan yang harus diwaspadai. ASF merupakan penyakit yang menyerang ternak babi dan dapat menyebabkan kematian tinggi pada hewan yang terinfeksi. Meski tidak menular kepada manusia, penyebaran virus ini dapat berdampak terhadap populasi ternak serta ketersediaan pasokan babi di daerah.
Para peternak lokal di Badung kini terus melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar masuknya hewan, hingga meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan ternak. Dengan meningkatnya permintaan menjelang Galungan, peternak berharap kondisi kesehatan babi tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengganggu kestabilan pasokan di pasaran.
Pemerintah dan pelaku usaha juga mengingatkan masyarakat agar tetap membeli daging babi dari sumber yang terpercaya serta memastikan proses pengolahan dilakukan dengan baik untuk menjaga keamanan pangan selama perayaan Hari Raya Galungan.










