TVRINews, Badung
Setelah tujuh hari melakukan pencarian tanpa menemukan keberadaan korban, Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian terhadap dua bocah yang terseret arus ombak di Pantai Kuta, Kabupaten Badung.
Penghentian operasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Meski operasi SAR resmi dihentikan, pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
Sebelumnya, dua bocah tersebut dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat bermain bola di kawasan Pantai Kuta pada Minggu, 7 Juni lalu. Peristiwa terjadi ketika kondisi ombak dan arus laut cukup kuat, sehingga kedua korban tidak berhasil menyelamatkan diri setelah terseret ke tengah laut. Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung melakukan upaya pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Balawista, kepolisian, hingga unsur terkait lainnya.
Selama proses pencarian berlangsung, tim melakukan penyisiran secara maksimal di sejumlah area yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban. Pencarian dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari penyisiran di darat sepanjang garis pantai, pencarian di laut menggunakan rubber boat dan jetski, hingga pemantauan udara menggunakan helikopter Bell 412 milik Search and Rescue Group Indonesia (SGI).
Namun, setelah tujuh hari pencarian, upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban. Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, Juni Antara, mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan sesuai dengan aturan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
“Sesuai dengan aturan pencarian dan pertolongan, setelah dilakukan operasi selama tujuh hari dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR gabungan resmi dihentikan. Namun pemantauan tetap dilakukan dan apabila ada informasi atau petunjuk baru, operasi dapat kembali dibuka,” ujar Juni Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Meski pencarian melalui operasi SAR dihentikan, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi dengan masyarakat, nelayan, maupun pihak terkait lainnya. Masyarakat yang menemukan informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti. Pihak SAR juga menegaskan penghentian operasi bukan berarti upaya pencarian berhenti sepenuhnya. Pemantauan tetap dilakukan secara situasional, terutama apabila terdapat laporan atau informasi baru yang dapat membantu menemukan korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya ketika kondisi ombak dan arus laut tidak bersahabat. Tim SAR mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di kawasan pesisir, termasuk memastikan aktivitas di pantai dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, serta keamanan lingkungan sekitar.
Kawasan Pantai Kuta sendiri menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Namun, kondisi laut yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat kewaspadaan menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.










