TVRINews, Bangli
Menjelang Hari Raya Galungan, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan memperketat pengawasan terhadap kesehatan ternak babi yang akan dikonsumsi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging babi yang beredar dalam kondisi aman, sehat, dan terbebas dari penyakit hewan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan pemeriksaan kesehatan ternak babi dilakukan secara intensif menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daging babi untuk keperluan hari raya.
“Kami melakukan pemeriksaan secara maraton menjelang Hari Raya Galungan. Petugas kesehatan hewan kami turunkan untuk memastikan ternak babi yang akan dipotong masyarakat dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi,” ujar I Wayan Sarma, Selasa, 16 Juni 2026.
Sebanyak 25 petugas kesehatan hewan yang terdiri dari medik veteriner dan paramedik veteriner diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah Kabupaten Bangli. Pemeriksaan telah dimulai sejak Senin lalu dengan menyasar ternak babi yang akan disembelih oleh masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi fisik ternak untuk mendeteksi adanya tanda-tanda penyakit, seperti gangguan kesehatan kulit, cacat fisik, maupun gejala penyakit lainnya yang dapat memengaruhi kualitas daging.
Petugas juga melakukan pemeriksaan antemortem, yakni pemeriksaan kesehatan sebelum ternak disembelih, serta pemeriksaan postmortem setelah penyembelihan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan daging yang dihasilkan layak dan aman dikonsumsi masyarakat.
Apabila ditemukan ternak yang mengalami gangguan kesehatan, pemilik akan diberikan arahan untuk menunda proses penyembelihan dan melakukan penanganan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah beredarnya daging dari ternak yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Menurut Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, peningkatan pengawasan ini penting dilakukan karena kebutuhan daging babi biasanya meningkat menjelang Hari Raya Galungan. Selain untuk memenuhi kebutuhan upacara adat, daging babi juga menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Bali saat hari raya.
Puncak pemeriksaan diperkirakan berlangsung menjelang Penampahan Galungan, saat aktivitas penyembelihan babi meningkat. Namun, karena keterbatasan jumlah petugas, pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan metode pengambilan sampel di masing-masing kecamatan, terutama pada wilayah yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyebaran penyakit.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli berharap langkah pengawasan ini dapat memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat selama perayaan Galungan. Masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan proses pengolahan daging babi, terutama dengan memasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit serta memastikan perayaan Hari Raya Galungan berjalan aman dan nyaman.










