TVRINews, Badung
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang terseret arus di kawasan Pantai Pererenan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin sore, 13 Juli 2026. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur penyelamat.
Korban diketahui bernama Christian Jonathan Made Caesar Halawa (17), warga Dalung, Kabupaten Badung. Sebelumnya, remaja tersebut dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang bersama dua rekannya pada Sabtu sore, 11 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian kondisi gelombang di perairan Pantai Pererenan cukup tinggi. Dari tiga remaja yang berenang, satu orang berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sementara satu korban lainnya berhasil ditolong oleh petugas Balawista Pantai Pererenan. Namun, Christian terseret arus dan hilang sehingga memicu operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Memasuki hari kedua pencarian, tim memperluas area penyisiran dengan mengerahkan rubber boat untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian. Tim darat juga melakukan penyisiran sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat, sementara pencarian dari udara dilakukan menggunakan drone thermal untuk memperluas jangkauan pemantauan.
Korban akhirnya terdeteksi mengapung sekitar 300 meter dari lokasi kejadian melalui pemantauan udara menggunakan drone.
Tim SAR laut kemudian bergerak menuju titik penemuan untuk melakukan evakuasi sebelum jenazah dibawa ke pesisir Pantai Pererenan dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Badung menuju Rumah Sakit Mangusada.
Koordinator Lapangan SAR, I Made Widiantara, mengatakan penggunaan drone membantu mempercepat proses pencarian di area laut.

"Korban berhasil ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian setelah terpantau melalui drone. Selanjutnya tim laut langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke darat untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar I Made Widiantara.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Badung, Balawista Pantai Pererenan, Kepolisian, ORARI Bali, hingga keluarga korban yang turut memantau proses pencarian sejak hari pertama.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas berenang di sejumlah pantai selatan Bali yang dikenal memiliki ombak besar dan arus balik yang kuat. Petugas mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, mematuhi arahan penjaga pantai, serta menghindari berenang di area yang tidak berada dalam pengawasan Balawista guna mencegah terjadinya kecelakaan laut.










