TVRINews, Denpasar
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengunjungi Kelompok PNM Mekaar Kesiman Satu di Kota Denpasar, Bali, untuk melihat langsung perkembangan usaha mikro yang dijalankan ibu-ibu prasejahtera. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha.
Dalam kunjungan di kawasan Kesiman, Denpasar, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berdialog dengan 26 ibu rumah tangga yang menjadi nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Sebelum berdialog, Cak Imin meninjau berbagai produk hasil usaha anggota kelompok, mulai dari kuliner rumahan, kerajinan tangan, perdagangan, hingga jasa skala kecil. Produk-produk tersebut berkembang berkat pembiayaan ultra mikro dan pendampingan usaha yang diberikan secara berkelanjutan.
Cak Imin mengatakan semangat para ibu menjadi bukti pemberdayaan ekonomi dapat dimulai dari keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar.
"Semangat yang ditunjukkan para ibu ini menjadi contoh bagaimana pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan ekonomi yang lebih kuat dari tingkat keluarga. Mereka bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat," ujar Muhaimin Iskandar, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menilai keberhasilan usaha mikro tidak hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari kemampuan membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membuka peluang usaha baru.
Dalam dialog tersebut, para anggota kelompok juga menyampaikan pengalaman mereka membangun usaha serta berbagai tantangan yang masih dihadapi. Kunjungan ini dimanfaatkan pemerintah untuk menyerap aspirasi pelaku usaha mikro sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program pemberdayaan ekonomi.
Ketua Kelompok PNM Mekaar Kesiman Satu, Kadek Artini, mengatakan program pembiayaan dan pendampingan sangat membantu anggota memulai maupun mengembangkan usaha. Selain memperoleh akses modal, mereka juga mendapat pelatihan pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas kewirausahaan.
Menurut Kadek Artini, pendampingan yang dilakukan secara rutin turut mendorong anggota lebih disiplin dalam mengelola usaha dan meningkatkan kemampuan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Cak Imin menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satu fokus utama ialah memperluas akses pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, dan sesuai dengan karakter usaha mikro.
Selain memperluas akses permodalan, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pendampingan, penguatan sumber daya manusia, perluasan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing dan naik kelas.
Langkah tersebut dinilai penting karena UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap dukungan pembiayaan yang inklusif dan pendampingan berkelanjutan dapat mendorong lebih banyak usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil dan menengah, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.










