TVRINews, Denpasar
Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ribuan warga yang memadati lokasi membuat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut meningkat.
Festival Rakyat 2026 yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, serta Kodam IX/Udayana menghadirkan layar videotron, area kuliner, dan puluhan stan UMKM. Sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, kawasan Lapangan Puputan Badung telah dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan laga semifinal antara Inggris dan Argentina.
Tingginya jumlah pengunjung membawa berkah bagi para pedagang. Salah seorang pelaku UMKM, Venty, mengaku penjualannya meningkat signifikan bahkan sebelum pertandingan dimulai.
"Sebelum pertandingan dimulai saja penjualan sudah mencapai sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Ramainya pengunjung sangat membantu usaha kami," ujar Venty.
Selain pedagang makanan dan minuman, meningkatnya jumlah pengunjung juga memberi peluang bagi sektor usaha lain, seperti jasa parkir, transportasi, hingga pedagang cendera mata.
Pemerintah Kota Denpasar menilai penyelenggaraan kegiatan di ruang publik tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.
Festival Rakyat Nobar Piala Dunia 2026 berlangsung pada 15 hingga 19 Juli 2026 dengan menayangkan pertandingan semifinal dan final Piala Dunia. Rangkaian kegiatan juga diisi hiburan rakyat, promosi produk UMKM, serta berbagai aktivitas komunitas.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Denpasar, Kodam IX/Udayana, Kadin Bali, dan pelaku usaha, momentum Piala Dunia dimanfaatkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat.










