TVRINews, Badung
SD Negeri 5 Belok di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, hanya menerima tiga peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut mencerminkan dampak penurunan angka kelahiran dan urbanisasi yang mulai dirasakan sekolah-sekolah di wilayah pedesaan.
Meski hanya menerima tiga siswa baru, sekolah tetap menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara penuh. Pelaksanaannya digabungkan dengan siswa kelas II dan III agar peserta didik baru lebih mudah beradaptasi dan suasana belajar tetap kondusif.
Kepala SD Negeri 5 Belok, Ni Nyoman Jamin, mengatakan minimnya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut. Selain angka kelahiran yang menurun, banyak warga usia produktif memilih merantau ke luar daerah untuk bekerja.
Menurutnya, kondisi serupa juga dialami sejumlah sekolah dasar di kawasan pedesaan yang menghadapi penyusutan jumlah penduduk akibat perubahan struktur demografi dan urbanisasi.
Selama MPLS, siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti senam pagi, edukasi makanan bergizi, pengenalan guru dan tenaga kependidikan, serta pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, hidup sehat, gotong royong, dan pembentukan karakter.
"Walaupun siswa baru hanya tiga orang, kegiatan MPLS tetap kami laksanakan dengan penuh semangat. Kami gabungkan dengan siswa kelas dua dan kelas tiga supaya mereka lebih percaya diri dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah," ujar Ni Nyoman Jamin.
MPLS di SD Negeri 5 Belok berlangsung hingga Jumat, 17 Juli 2026. Selain menghadapi tantangan minimnya jumlah peserta didik, sekolah juga mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana, terutama rehabilitasi toilet yang kondisinya mulai mengalami kerusakan.
Pihak sekolah berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah kecil di wilayah pedesaan agar pemerataan layanan pendidikan tetap terjaga, meski jumlah peserta didiknya terus menurun.










