TVRINews, Badung
Momentum libur sekolah dan musim panas di sejumlah negara membawa angin segar bagi industri pariwisata Bali. Tingkat hunian hotel di Pulau Dewata terus menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali, rata-rata okupansi hotel pada Juni 2026 mencapai 72,28 persen. Angka tersebut mencerminkan mulai pulihnya aktivitas sektor akomodasi setelah sempat mengalami fluktuasi mengikuti pola kunjungan wisatawan.

Salah satu penyumbang terbesar peningkatan okupansi berasal dari wisatawan Australia yang kembali menjadikan Bali sebagai destinasi favorit selama musim liburan. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan asal Negeri Kanguru yang berkunjung ke Bali tercatat sekitar 664 ribu orang, menjadikannya pasar wisatawan mancanegara terbesar bagi Pulau Dewata.
Tingginya kunjungan tersebut turut didukung konektivitas penerbangan yang semakin baik. Saat ini terdapat 12 rute penerbangan langsung yang menghubungkan Bali dengan berbagai kota di Australia dan dilayani puluhan maskapai, sehingga memudahkan wisatawan berlibur ke Pulau Dewata.
Pengelola kawasan wisata Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika, mengatakan momentum liburan sekolah dan musim panas menjadi pendorong utama meningkatnya tingkat hunian hotel dalam beberapa pekan terakhir.
“Dengan adanya momentum liburan sekolah dan musim panas, kami melihat tingkat hunian hotel terus bergerak positif. Wisatawan Australia masih menjadi salah satu pasar utama, dan kami optimistis okupansi akan meningkat memasuki puncak musim liburan,” kata Made Agus Dwiatmika.
Selain wisatawan Australia, pasar dari Rusia dan China juga mulai menunjukkan peningkatan dan turut berkontribusi terhadap permintaan kamar hotel di kawasan Nusa Dua.
Menurut Made, tren positif tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir Juni dan sepanjang Juli, seiring memasuki puncak musim liburan pertengahan tahun.
Tak hanya menguntungkan sektor perhotelan, meningkatnya jumlah wisatawan juga memberikan efek berganda bagi sektor lain, mulai dari transportasi, restoran, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif yang bergantung pada aktivitas pariwisata.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai sekitar 2,6 juta orang. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya perjalanan wisata selama musim liburan.
Dengan tren kunjungan yang terus menguat, pelaku industri optimistis Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sepanjang musim liburan pertengahan tahun 2026.










