TVRINews, Jembrana
Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memperkuat upaya pengendalian rabies setelah ditemukan 39 hewan yang dinyatakan positif terinfeksi virus rabies hingga akhir Juni 2026. Berbagai langkah disiapkan, mulai dari vaksinasi massal, pelacakan kasus, hingga pengawasan terhadap hewan penular rabies untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan vaksinasi menjadi strategi utama dalam memutus rantai penularan rabies di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan langkah antisipasi melalui surveilans, pelacakan kasus, vaksinasi darurat, serta pengendalian populasi hewan penular rabies. Pada tahun ini kami menargetkan vaksinasi sebanyak 21 ribu ekor hewan, dengan target cakupan mencapai 90 persen,” ujar Sugiarta.
Selain vaksinasi darurat di lokasi yang ditemukan kasus positif, pemerintah juga akan menggelar vaksinasi rabies secara serentak pada Juli 2026. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kekebalan populasi hewan sehingga penyebaran virus dapat ditekan.
Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mencatat populasi hewan penular rabies di daerah itu, yang didominasi anjing serta mencakup kucing dan kera, diperkirakan mencapai sekitar 40.400 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 ribu ekor menjadi target vaksinasi tahun ini.
Menurut Sugiarta, setiap temuan kasus positif langsung ditindaklanjuti dengan pelacakan epidemiologi, vaksinasi di sekitar lokasi kasus, serta pembentukan zona penyangga guna mencegah penyebaran virus ke wilayah lain.
Petugas juga terus meningkatkan kegiatan surveilans terhadap hewan yang diduga terinfeksi. Setiap laporan gigitan hewan maupun dugaan rabies akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel apabila diperlukan, dan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan pascagigitan.
Rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular kepada manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Penyakit ini dapat berakibat fatal apabila gejalanya telah muncul, namun dapat dicegah melalui vaksinasi pada hewan serta pemberian vaksin antirabies kepada manusia setelah terjadi gigitan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana mengimbau masyarakat untuk membawa hewan peliharaan mereka mengikuti program vaksinasi, tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies atau terjadi kasus gigitan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, cakupan vaksinasi diharapkan terus meningkat sehingga penyebaran rabies dapat dikendalikan dan risiko penularan kepada manusia semakin ditekan.










