TVRINews, Karangasem
Ruang guru dan ruang belajar siswa SD Negeri 3 Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dibobol orang tak dikenal. Selain mengacak-acak ruangan, pelaku juga merusak delapan unit laptop yang berada di ruang guru.
Aksi tersebut diketahui guru pada Rabu pagi saat hendak memulai aktivitas di sekolah. Kondisi ruang guru sudah berantakan. Sejumlah meja dan kursi terbalik, sementara barang-barang berserakan di lantai.
Ruang belajar siswa juga diduga menjadi sasaran pembobolan. Hingga kini, pelaku masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian Sektor Manggis.
Kepala SD Negeri 3 Antiga Kelod, Ni Nyoman Budi Parwati, mengatakan pelaku diduga masuk ke lingkungan sekolah dengan mencongkel jendela salah satu ruangan.

“Ketika pagi kami datang, kondisi ruang guru sudah berantakan. Delapan laptop yang sebelumnya tersimpan di dalam lemari juga ditemukan di lantai dalam kondisi rusak,” ujar Budi.
Menurut Budi, kerusakan pada laptop diduga terjadi setelah perangkat tersebut dibanting. Selain merusak laptop, pelaku juga diduga mengacak-acak sejumlah fasilitas di ruang guru dan ruang belajar siswa.
Pihak sekolah menduga aksi tersebut berkaitan dengan kejadian sebelumnya. Sejumlah pemuda disebut pernah masuk ke ruang belajar siswa dan menggunakan layar digital bantuan pemerintah untuk menonton bersama.
“Waktu kejadian sebelumnya, mereka sempat menggunakan layar digital dan berswafoto. Rekaman wajah mereka bahkan sempat tersimpan di perangkat tersebut,” jelas Budi.
Budi menduga pelaku dalam kejadian terbaru merupakan orang yang sama. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian.
Pihak sekolah juga menduga pelaku sempat mencari uang atau barang berharga di dalam ruangan. Karena tidak menemukan barang yang dicari, pelaku diduga kemudian merusak sejumlah fasilitas, termasuk delapan unit laptop.
Polsek Manggis kini menangani kasus tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengetahui motif dan rangkaian kejadian pembobolan.
Pihak sekolah berharap kasus ini segera terungkap. Pengawasan terhadap lingkungan sekolah juga akan diperketat, terutama untuk mengamankan fasilitas pendidikan dan perangkat bantuan pemerintah yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Sekolah memastikan aktivitas pembelajaran tetap berjalan, sembari menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.










