TVRINews, Denpasar
Gerakan Pangan Murah digelar di halaman Kantor TVRI Bali, Rabu pagi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersama Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog tersebut mendapat sambutan masyarakat. Sejak pagi, warga mendatangi Lapangan Timur TVRI Bali untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP, beras premium, cabai merah keriting, bawang merah, dan kebutuhan pangan lainnya.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional, beras SPHP dalam kegiatan tersebut dijual Rp11.600 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. Sementara beras premium ditawarkan Rp14.900 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, cabai merah keriting dijual Rp29.000 per kilogram, sedangkan harga pasar berada di kisaran Rp31.667 per kilogram. Bawang merah dijual Rp26.000 per kilogram dan bawang merah super Rp28.000 per kilogram.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ketut Subawa, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kegiatan ini bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus memberikan pilihan pangan dengan harga terjangkau. Kami berupaya menghadirkan harga yang lebih murah agar beban masyarakat bisa berkurang,” ujar Dewa Ketut Subawa.
Menurut Dewa, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar konsumen, tetapi juga menjadi sarana memperluas pemasaran hasil produksi petani dan peternak lokal.
Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat membeli produk pangan lokal sehingga rantai distribusi dari produsen hingga konsumen dapat berjalan lebih efektif.
Salah seorang warga, Kiki, mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, selisih harga beberapa ribu rupiah cukup berarti bagi pengeluaran rumah tangga.
“Harganya lumayan lebih murah dibandingkan di pasar. Selisih tiga sampai lima ribu rupiah cukup membantu untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga,” kata Kiki.
Gerakan Pangan Murah juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-64 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama lembaga pangan berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, sekaligus mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang dapat memicu tekanan inflasi.
Dengan tersedianya pangan dengan harga lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus turut mendukung keberlangsungan produksi petani dan peternak lokal.










