TVRINews, Denpasar
Kebakaran hebat melanda permukiman semi permanen dan gudang barang bekas di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Denpasar Barat. Penanganan kebakaran dilakukan secara gabungan dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran dari wilayah Denpasar dan Badung serta personel TNI.
Kodam IX/Udayana turut memperkuat penanganan dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran bantuan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kobaran api sempat membesar dan menimbulkan kepulan asap tebal. Kondisi bangunan yang didominasi material semi permanen serta adanya gudang barang bekas membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan tambahan personel dan armada.
Petugas pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah bekerja sama untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Warga juga turut membantu proses penanganan di area terdampak.
Untuk mempercepat pemadaman, Kodam IX/Udayana mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran bantuan KSAD bersama personel Kodim 1611/Badung. Armada tersebut digunakan untuk memperkuat pemadaman sekaligus membantu proses pendinginan.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, mengatakan pengerahan personel dan armada merupakan bentuk dukungan TNI dalam menangani kondisi darurat yang berdampak kepada masyarakat.
“Personel Kodim 1611/Badung bersama dengan armada pemadam kebakaran bantuan Bapak Kasad kami kerahkan untuk membantu proses pemadaman sampai dengan pendinginan. Ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian dalam membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Amrizal.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Pendinginan menjadi bagian penting karena lokasi kebakaran terdapat material yang mudah terbakar, seperti barang bekas dan bangunan semi permanen. Material tersebut dapat menyimpan panas sehingga berpotensi menimbulkan bara meski kobaran api telah padam.
Saat ini, kebakaran di Jalan Nakula, Gang Jatayu, telah berhasil dilokalisasi. Petugas masih melakukan penyisiran dan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Kolaborasi petugas pemadam kebakaran, personel TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran serta mencegah api meluas.
Amrizal menegaskan, sinergi lintas sektor diperlukan dalam menangani kondisi darurat yang berdampak langsung kepada masyarakat. Penanganan juga terus dilakukan hingga lokasi dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan api benar-benar sudah terlokalisasi dan tidak ada lagi bara yang dapat menimbulkan kebakaran kembali. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang berada di lapangan,”ucapnya.
Hingga proses pendinginan berlangsung, petugas masih bersiaga di lokasi dan memastikan seluruh titik panas telah ditangani. Setelah kondisi dinyatakan aman, penanganan selanjutnya dapat dilakukan terhadap area dan bangunan yang terdampak kebakaran.










