TVRINews, Karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali, mulai memberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) secara gratis kepada anak laki-laki sejak awal September 2026. Program ini dilaksanakan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan sasaran siswa laki-laki kelas 5 sekolah dasar atau anak berusia sekitar 11 tahun.
Pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari pilot program imunisasi HPV yang ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 839 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pilot Program Imunisasi HPV pada Anak Laki-laki.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan imunisasi HPV sebelumnya telah diberikan secara berkala kepada anak perempuan sebagai salah satu upaya mencegah penyakit akibat infeksi HPV. Mulai 2026, cakupan program diperluas dengan menyasar anak laki-laki.
Menurutnya, imunisasi diberikan sejak usia sekolah sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko penyakit yang dapat ditimbulkan akibat infeksi HPV di kemudian hari.
“Imunisasi HPV ini kami laksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 839 Tahun 2026 terkait penyelenggaraan pilot program imunisasi HPV pada anak laki-laki. Sasarannya adalah anak laki-laki kelas lima sekolah dasar atau sekitar usia 11 tahun,”kata I Gusti Bagus Putra Pertama.
Ia menjelaskan, HPV merupakan virus yang dapat menginfeksi manusia dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk sejumlah jenis kanker. Karena itu, vaksinasi diberikan sejak usia sekolah untuk memberikan perlindungan sebelum anak memasuki usia yang lebih rentan terhadap paparan virus tersebut.
Selama ini, imunisasi HPV di lingkungan sekolah lebih banyak dikenal diberikan kepada siswa perempuan. Perluasan program kepada anak laki-laki diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap penyakit akibat infeksi HPV.
Pada anak laki-laki, imunisasi HPV dapat membantu menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan infeksi tersebut, termasuk kanker pada anus dan organ reproduksi. Pemberian vaksin pada usia sekolah juga dinilai penting karena vaksinasi bekerja lebih optimal sebagai langkah pencegahan sebelum seseorang terpapar HPV.
Pelaksanaan vaksinasi melalui program BIAS memungkinkan imunisasi menjangkau anak-anak usia sekolah secara terorganisasi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas cakupan imunisasi dan meningkatkan perlindungan kesehatan anak.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem berharap orang tua mendukung pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak laki-laki yang menjadi sasaran program. Dukungan tersebut dinilai penting agar anak memperoleh perlindungan sejak dini sekaligus membantu meningkatkan cakupan vaksinasi di daerah.
“Harapannya tentu dengan pemberian vaksin HPV ini, tubuh anak-anak bisa terlindungi dari infeksi virus yang nantinya dapat memicu kanker pada organ tertentu,”tambahnya.
Perluasan vaksinasi HPV kepada anak laki-laki juga diharapkan mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran HPV di masyarakat. Semakin luas cakupan imunisasi, semakin besar peluang untuk mengurangi dampak penyakit akibat infeksi HPV dalam jangka panjang.
Program tersebut juga berkaitan dengan target pemerintah mempercepat eliminasi kanker serviks. Meskipun kanker serviks terjadi pada perempuan, pencegahan infeksi HPV secara lebih luas, termasuk melalui imunisasi pada anak laki-laki, diharapkan turut mendukung strategi pengendalian HPV di tingkat populasi.
“Keberhasilan vaksinasi ini juga kami harapkan dapat mendukung dan menyukseskan program eliminasi kanker serviks pada 2030 mendatang,”ucapnya.
Dengan dimulainya vaksinasi HPV gratis bagi anak laki-laki, Pemkab Karangasem berharap perlindungan terhadap penyakit akibat HPV dapat diperluas sejak usia anak. Pelaksanaan melalui BIAS diharapkan mampu menjangkau sasaran secara merata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.










