TVRINews, Denpasar
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama Satgas Pangan Polda Bali serta instansi terkait memperketat pengawasan distribusi dan ketersediaan bahan pangan strategis menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Pengawasan dilakukan mulai dari pasar tradisional, pasar rakyat, pusat perdagangan, hingga tingkat distributor, agen, dan gudang penyimpanan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan stok tetap aman serta mencegah lonjakan harga selama periode hari besar keagamaan umat Hindu tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan pemantauan telah dilakukan sejak pekan lalu dan terus ditingkatkan menjelang puncak kebutuhan masyarakat.
Menurut Wiryanata, pemerintah daerah bersama Satgas Pangan Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perum Bulog Bali, Pertamina, serta instansi terkait terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran rantai pasok.
"Fokus pengawasan diarahkan pada sejumlah komoditas strategis yang berpotensi memicu inflasi akibat peningkatan permintaan saat hari raya. Kami memastikan stok tersedia dan distribusinya berjalan normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Wiryanata, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemantauan dan verifikasi harga serta stok dilakukan setiap hari sejak pagi. Pemeriksaan menyasar pedagang pasar, distributor, hingga gudang penyimpanan untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan pasokan.
Pengawasan hingga tingkat distributor juga bertujuan mencegah penimbunan, spekulasi harga, dan distribusi tidak tepat sasaran. Satgas Pangan Polda Bali turut dilibatkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.
Komoditas yang menjadi fokus pengawasan meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng rakyat Minyakita, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam ras, daging babi, gas LPG 3 kilogram, serta kebutuhan upacara keagamaan yang meningkat menjelang Galungan dan Kuningan.
Wiryanata menegaskan pemerintah siap melakukan intervensi jika terjadi gejolak harga atau gangguan pasokan pada komoditas tersebut.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pasar murah dan operasi pasar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran.
Menjelang Hari Raya Galungan, Disperindag Bali bersama Bulog dan Pertamina menjadwalkan sekitar 29 kegiatan pasar murah di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Pemerintah kabupaten dan kota juga melaksanakan kegiatan serupa sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Disperindag Bali telah menggelar pasar murah di kawasan Kesiman Petilan, Kota Denpasar, pada 9 Juni 2026. Kegiatan serupa juga dijadwalkan di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar, pada 23 Juni 2026.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah yang rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, permintaan bahan pangan dan kebutuhan upacara meningkat signifikan menjelang Galungan dan Kuningan.
Pemerintah Provinsi Bali berharap sinergi pengawasan distribusi, pemantauan harga harian, serta pelaksanaan pasar murah dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Dengan kondisi tersebut, masyarakat dapat menjalankan rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan maupun kenaikan harga.
Hingga saat ini, hasil pemantauan Disperindag Bali bersama instansi terkait menunjukkan stok bahan pokok strategis di Bali masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode perayaan Galungan dan Kuningan.










