TVRINews - Denpasar
Pemerintah Kota Denpasar terus memperluas akses internet gratis bagi masyarakat melalui layanan Denpasar Free Wi-Fi. Hingga kini, layanan tersebut telah tersedia di 85 titik ruang publik dan fasilitas umum, bertambah dari sebelumnya 75 titik.
Perluasan layanan internet publik ini dilakukan untuk mendukung pemerataan akses digital sekaligus memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik secara lebih produktif.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, pekerja, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah lokasi yang telah dilengkapi fasilitas Denpasar Free Wi-Fi di antaranya Lapangan Puputan Badung atau Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Taman Kota Lumintang, kawasan pura dan pasar, kawasan Patung Titi Banda, serta sejumlah kantor desa dan kelurahan di Kota Denpasar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar Gde Wirakusuma Wahyudi mengatakan penambahan titik layanan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses internet yang dapat digunakan masyarakat di ruang publik.
“Wi-Fi gratis ini kami perluas untuk pemerataan akses internet masyarakat, dan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif maupun mendukung pengembangan ekonomi kreatif,” kata Gde Wirakusuma Wahyudi kutip Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, fasilitas internet publik tidak hanya digunakan untuk mengakses informasi dan hiburan, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Pelajar dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk mengerjakan tugas, sementara masyarakat yang bekerja secara daring dapat menggunakannya ketika beraktivitas di ruang publik.
Bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, akses internet dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk melalui platform digital, berkomunikasi dengan konsumen, mengelola media sosial, hingga mengakses layanan digital yang mendukung kegiatan usaha.
Salah satu lokasi yang telah dilengkapi layanan tersebut adalah Lapangan Puputan Badung. Ruang terbuka yang berada di pusat Kota Denpasar itu menjadi salah satu lokasi masyarakat beraktivitas sekaligus mengakses internet secara gratis.
Sejumlah warga memanfaatkan jaringan Wi-Fi publik tersebut untuk mengerjakan tugas, mencari informasi, hingga menyelesaikan pekerjaan secara daring.
Untuk menggunakan Denpasar Free Wi-Fi, masyarakat tidak memerlukan kata sandi. Pengguna cukup menghubungkan perangkat seperti telepon seluler, laptop, atau tablet ke jaringan yang tersedia di lokasi.
Kecepatan internet yang disediakan mencapai hingga 50 Mbps. Namun, kualitas koneksi dapat dipengaruhi jumlah pengguna yang mengakses jaringan secara bersamaan serta kondisi jaringan di masing-masing titik.
Pemkot Denpasar menilai penambahan titik Wi-Fi publik menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang lebih inklusif. Perluasan akses internet diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam memperoleh informasi, meningkatkan keterampilan, menjalankan aktivitas ekonomi, serta memanfaatkan berbagai layanan berbasis digital.
Dengan bertambahnya layanan dari 75 menjadi 85 titik, pemerintah kota masih membuka peluang perluasan cakupan ke wilayah lain yang membutuhkan akses internet publik.
Pemerataan lokasi layanan diharapkan dapat memastikan fasilitas internet gratis tidak hanya terkonsentrasi di kawasan pusat kota, tetapi juga menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Denpasar.
Melalui Denpasar Free Wi-Fi, ruang publik diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang yang mendukung produktivitas dan partisipasi masyarakat dalam perkembangan ekonomi serta kehidupan digital.










