TVRINews, Denpasar
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memasuki usia ke-64 tahun. Tahun ini, peringatan ulang tahun TVRI mengusung tema “Satu Layar, Sejuta Cerita”, yang merefleksikan perjalanan TVRI dalam menghadirkan informasi, edukasi, hiburan, serta beragam cerita tentang Indonesia kepada masyarakat.
Selama lebih dari enam dekade, TVRI menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Dari era siaran televisi hitam putih hingga memasuki era digital, TVRI terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi.
Perkembangan teknologi membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada layar televisi konvensional. Berbagai konten kini dapat diakses melalui platform digital kapan saja dan dari mana saja. Kondisi ini menjadi tantangan bagi lembaga penyiaran publik untuk tetap relevan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Tema “Satu Layar, Sejuta Cerita” menjadi refleksi bahwa dari satu layar, TVRI menghadirkan beragam cerita tentang Indonesia. Cerita tersebut berasal dari berbagai daerah, latar belakang masyarakat, budaya, hingga perkembangan yang terjadi dalam kehidupan bangsa.
Memasuki usia ke-64 tahun, TVRI juga mendapat kepercayaan menjadi salah satu broadcaster Piala Dunia FIFA 2026. Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menghadirkan pertandingan sepak bola terbesar dunia kepada masyarakat Indonesia.
Namun, momentum Piala Dunia tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan hiburan. Bagi TVRI, ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat jangkauan layanan publik dan menghadirkan tayangan berkualitas yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai daerah.
Di tingkat daerah, peringatan HUT ke-64 LPP TVRI juga digelar di TVRI Stasiun Bali. Peringatan diisi dengan apel yang berlangsung khidmat dengan mengenakan beragam pakaian adat Nusantara.
Penggunaan pakaian adat tersebut menjadi simbol keberagaman sekaligus pengingat bahwa Indonesia dibangun dari berbagai suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Semangat keberagaman ini juga menjadi bagian dari tugas TVRI sebagai media publik yang memberikan ruang bagi kebudayaan daerah.
Kepala Stasiun TVRI Bali, I Gede Mustito, menilai perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperkenalkan dan menjaga kebudayaan, khususnya kepada generasi muda.
“Perkembangan teknologi ini justru bisa menjadi instrumen untuk merawat kebudayaan dan kesenian, terutama bagaimana generasi muda bisa mengenal dan kemudian ikut menjaga budaya kita,” ujar I Gede Mustito, Senin, 24 Agustus 2026.
Sebagai salah satu stasiun daerah, TVRI Bali memiliki peran dalam menyuarakan berbagai informasi mengenai Bali. Pemberitaan tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan dan peristiwa aktual, tetapi juga mencakup potensi daerah, kebudayaan, pendidikan, ekonomi, pariwisata, lingkungan, serta berbagai persoalan sosial masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan lembaga penyiaran publik semakin kompleks. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial membuat masyarakat memiliki banyak pilihan sumber informasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat.
Karena itu, TVRI dituntut tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik dalam setiap produk informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Provinsi Bali, I Nyoman Winata, menilai TVRI memiliki posisi penting dalam menjaga identitas kebangsaan di tengah perubahan ekosistem media.
Menurutnya, keberadaan media publik tetap dibutuhkan untuk menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjadi ruang yang merepresentasikan keberagaman Indonesia.
Peringatan HUT ke-64 TVRI di Stasiun Bali juga diwarnai suasana kekeluargaan melalui kegiatan syukuran yang mempertemukan pegawai aktif dengan para pensiunan TVRI.
Kehadiran para pensiunan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah lembaga penyiaran publik tersebut. Mereka merupakan generasi yang membangun TVRI ketika teknologi penyiaran masih jauh berbeda dengan kondisi saat ini.
Dari teknologi analog hingga era digital, perubahan tersebut menuntut setiap generasi insan TVRI untuk terus beradaptasi. Pengalaman generasi terdahulu menjadi bagian dari fondasi, sementara generasi muda diharapkan mampu membawa TVRI menghadapi perubahan teknologi dan pola konsumsi media.
Anggota Dewan Pengawas LPP TVRI periode 2017–2022, Made Ayu Dwie Mahenny, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan TVRI.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga integritas yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai insan media.
“Generasi muda TVRI harus memiliki integritas yang tinggi karena mereka bukan hanya bekerja di bidang media, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk melayani kepentingan publik,” ujar Made Ayu Dwie Mahenny.
Integritas menjadi penting karena media publik memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang berdampak terhadap masyarakat. Di tengah maraknya informasi digital, kemampuan memilah fakta, melakukan verifikasi, dan menyajikan informasi secara bertanggung jawab semakin dibutuhkan.
Transformasi digital juga tidak semata-mata menyangkut perubahan perangkat dan platform penyiaran. Perubahan tersebut mencakup cara media memproduksi, mengemas, mendistribusikan, hingga mempertanggungjawabkan informasi kepada publik.
Karena itu, memasuki usia ke-64 tahun, TVRI menghadapi tantangan untuk menjaga relevansi sekaligus mempertahankan karakter sebagai lembaga penyiaran publik. Adaptasi terhadap teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas konten dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Perjalanan selama lebih dari enam dekade menjadi modal penting bagi TVRI untuk terus berkembang tanpa meninggalkan fungsi utamanya. Informasi, edukasi, hiburan, serta ruang bagi kebudayaan dan keberagaman tetap menjadi bagian dari tanggung jawab TVRI kepada publik.
Melalui tema “Satu Layar, Sejuta Cerita”, HUT ke-64 TVRI menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang sekaligus memperkuat komitmen menghadapi masa depan.
TVRI diharapkan terus menjadi ruang bersama yang menghadirkan berbagai cerita dari seluruh penjuru Indonesia, menjaga keberagaman, memperkuat identitas kebangsaan, serta memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat, baik melalui siaran televisi maupun berbagai platform digital.










