TVRINews, Karangasem
Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 3 Bebandem menyusul laporan masyarakat dan beredarnya video viral yang memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang berada di tepi jurang dan terancam longsor. Dewan menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera demi menjamin keselamatan ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi bangunan sekolah sekaligus memverifikasi informasi yang berkembang di masyarakat. Dari hasil peninjauan, anggota dewan menemukan sebagian area sekolah memang berada sangat dekat dengan bibir jurang, sementara lahan penyangga bangunan terus mengalami pengikisan yang dikhawatirkan semakin meningkatkan risiko longsor.
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang dinilai sudah berada dalam kategori mengkhawatirkan. Menurutnya, lahan penyangga di bawah bangunan sekolah terus tergerus, yang diduga dipicu oleh aktivitas penambangan liar di kawasan bawah tebing. Aktivitas tersebut dinilai mempercepat proses erosi dan mengurangi kestabilan struktur tanah yang menopang bangunan sekolah.
Dalam sidak tersebut, Komisi IV juga menemukan beberapa ruang kelas yang sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena berada di area yang dianggap berbahaya. Bangunan tersebut berdiri di dekat jurang dengan kedalaman diperkirakan mencapai lebih dari 70 meter, sehingga dinilai memiliki potensi membahayakan keselamatan apabila tetap difungsikan.
Melihat kondisi tersebut, DPRD Karangasem meminta Pemerintah Kabupaten Karangasem segera melakukan kajian teknis secara menyeluruh dengan melibatkan instansi terkait, termasuk ahli geologi dan konstruksi, untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat. Kajian tersebut diperlukan guna mengetahui tingkat kerawanan lokasi, stabilitas tanah, serta opsi penanganan yang dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Komisi IV menegaskan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Apabila tidak segera dilakukan penanganan, dikhawatirkan proses longsor akan terus mengikis lahan sekolah dan berpotensi mengancam bangunan yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengatakan pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar potensi bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, hasil kajian teknis nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk penanganan, baik melalui penguatan struktur tanah, pembangunan pengaman tebing, maupun langkah lainnya.
“Ini kita kaji dulu sekolahnya. Apakah masih layak sekolah ini dengan keadaan seperti ini atau tidak. Nanti kalau dinyatakan tidak layak, alternatifnya apa. Kalau masih layak, penanganannya harus seperti apa. Itu kami kaji dulu,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Selain upaya penyelamatan bangunan yang ada, DPRD Karangasem juga membuka kemungkinan relokasi sekolah sebagai salah satu alternatif penyelesaian jangka panjang. Namun, menurut I Wayan Sudira, opsi tersebut masih perlu dikaji secara matang mengingat kompleks SMP Negeri 3 Bebandem masih memiliki luas lahan sekitar satu hektare yang berpotensi dimanfaatkan apabila kondisi geologinya masih dinilai layak dan aman.
Di sisi lain, DPRD meminta pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan belum dilakukan. Sekolah diminta memperketat pengawasan terhadap siswa agar tidak mendekati area yang berada di tepi jurang, terutama saat hujan deras maupun ketika terjadi peningkatan debit air yang dapat memicu longsor susulan.
Persoalan keselamatan infrastruktur pendidikan menjadi perhatian penting karena sekolah merupakan fasilitas pelayanan publik yang harus memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar proses belajar mengajar tidak terganggu sekaligus mencegah terjadinya risiko yang dapat membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
DPRD Karangasem menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga pemerintah daerah menetapkan solusi yang komprehensif. Selain penanganan terhadap bangunan sekolah, dewan juga meminta adanya penertiban terhadap aktivitas penambangan liar apabila terbukti menjadi penyebab berkurangnya kestabilan lereng di sekitar kawasan SMP Negeri 3 Bebandem, sehingga ancaman longsor serupa dapat dicegah di masa mendatang.









