TVRINews, Tabanan
Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan resmi melepas ratusan petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghimpun data ekonomi yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Sebanyak 439 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan. Pendataan akan berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Tabanan, Ni Putu Minarni, menjelaskan bahwa sensus kali ini menargetkan sekitar 157 ribu kepala keluarga serta 56 ribu unit usaha yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Pendataan mencakup berbagai sektor ekonomi, mulai dari usaha mikro dan kecil, perdagangan, jasa, hingga sektor ekonomi lainnya yang menjadi penopang aktivitas perekonomian masyarakat.
Menurut Minarni, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan seluruh target pendataan dapat tercapai sesuai jadwal. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kepala kewilayahan di masing-masing wilayah.
“Kami telah membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat daerah agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan seluruh responden dapat terjangkau oleh petugas,” ujar Minarni, dikutip Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menambahkan, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap. Oleh karena itu, BPS terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya sensus ekonomi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi memiliki peran penting dalam menyediakan data yang valid dan terpercaya. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan, mulai dari pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan warga.
Menurut Sanjaya, pembangunan yang efektif harus didasarkan pada data yang akurat. Tanpa data yang valid, kebijakan yang disusun berisiko tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Data hasil sensus akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” kata Sanjaya.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang sebenarnya. Ia memastikan seluruh data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Dalam pelaksanaannya, BPS menerapkan prinsip perlindungan data responden. Informasi yang diberikan masyarakat tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan, penegakan hukum, maupun kepentingan lain di luar kegiatan statistik.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, BPS menggaungkan slogan TIR, yakni Terima petugas Sensus Ekonomi 2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.
Melalui slogan tersebut, masyarakat diajak berperan aktif menyukseskan pendataan yang menjadi salah satu agenda statistik nasional terbesar di bidang ekonomi.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan ekonomi yang diselenggarakan secara berkala oleh BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian di Indonesia. Hasil sensus akan menghasilkan berbagai informasi penting, seperti jumlah dan karakteristik usaha, persebaran pelaku ekonomi, potensi sektor unggulan, hingga dinamika perkembangan dunia usaha.
Bagi Kabupaten Tabanan, data tersebut dinilai sangat penting mengingat daerah ini memiliki struktur ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian, sektor perdagangan dan jasa, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang.
Data hasil sensus nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi sektor ekonomi yang perlu diperkuat, menentukan prioritas pembangunan, serta merumuskan program yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan 439 petugas lapangan serta kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tabanan diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas, akurat, dan terpercaya sebagai landasan pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa mendatang.










