TVRINews, Bali
Penurunan pasokan bahan bakar minyak (BBM) hingga 50 persen disertai keterlambatan distribusi memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Tabanan, Bali. Kondisi tersebut terutama berdampak pada ketersediaan BBM jenis Pertalite, sehingga pengendara harus menunggu hingga hampir satu jam atau lebih untuk mendapatkan bahan bakar.
Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Tabanan dan Kediri. Kendaraan roda dua maupun roda empat memadati area pengisian, bahkan antrean di beberapa lokasi memanjang hingga ke bahu jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Salah satu titik yang mengalami antrean panjang adalah SPBU di Jalan Gatot Subroto, Sangulan, Tabanan. Pengendara yang hendak mengisi BBM harus mengantre cukup lama di tengah terbatasnya ketersediaan stok. Waktu tunggu yang mencapai hampir satu jam atau lebih membuat pengendara harus mengalokasikan waktu tambahan untuk mendapatkan bahan bakar.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di SPBU Pesiasan, Jalan Pulau Batam. SPBU tersebut dilaporkan tutup karena stok Pertalite dan Pertamax kosong. Kondisi ini membatasi pilihan masyarakat untuk mengisi BBM di sekitar lokasi dan berpotensi membuat pengendara mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan.
Terbatasnya ketersediaan BBM di sejumlah SPBU tersebut dipicu penurunan kuota pasokan hingga 50 persen serta keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Manggis, Karangasem.
Penurunan pasokan yang disertai kendala distribusi menyebabkan pengisian stok di SPBU tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Ketika persediaan BBM menipis, sementara kebutuhan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari tetap berjalan, antrean kendaraan pun tidak terhindarkan.
Dampak kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengendara harus menghabiskan lebih banyak waktu di SPBU, sedangkan sebagian lainnya berpotensi harus berpindah lokasi ketika BBM yang dibutuhkan tidak tersedia.
I Made Suarnawa, salah seorang warga Tabanan, turut merasakan situasi antrean BBM tersebut. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat yang membutuhkan kepastian untuk memperoleh BBM.
“Menurut informasi yang saya dapatkan, antrean panjang BBM ini terjadi karena keterlambatan pengiriman. Tumben sekali antreannya panjang sekali. Belum ada bensinnya pun orang-orang sudah mengantre. Antreannya sampai ke jalan-jalan raya,” jelasnya.
Menanggapi gangguan distribusi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan telah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait keterbatasan pasokan BBM. Namun, informasi lebih lanjut mengenai jadwal kedatangan pasokan tambahan, besaran alokasi BBM untuk Kabupaten Tabanan, serta target pemulihan distribusi masih diperlukan untuk memastikan kapan antrean panjang dapat terurai.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyesuaikan pembelian BBM dengan kebutuhan. Pembelian secara berlebihan dikhawatirkan dapat mempercepat habisnya persediaan di SPBU yang masih beroperasi dan memperpanjang antrean bagi pengendara lainnya.
Selain koordinasi terkait pasokan, penanganan di lapangan juga dilakukan oleh Polres Tabanan. Kepolisian melakukan pemantauan di sejumlah SPBU yang mengalami antrean serta pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Petugas juga membagikan air mineral kepada masyarakat yang mengantre BBM. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pengendara yang harus menunggu dalam waktu cukup lama di tengah antrean.
Polres Tabanan turut mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak menyerobot antrean, serta tidak menggunakan badan jalan secara berlebihan untuk menunggu giliran pengisian.
Kepatuhan pengendara terhadap pengaturan antrean juga diperlukan agar proses pengisian BBM tetap tertib. Masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri memasuki antrean apabila kondisi di lokasi sudah terlalu padat dan tetap mengikuti arahan petugas.










