TVRINews, Denpasar
Pesta Kesenian Bali atau PKB ke-48 tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya Bali. Ajang tahunan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi kuliner tradisional Bali, dengan menghadirkan berbagai makanan dan jajanan khas dari kabupaten/kota se-Bali.
Menariknya, seluruh stan kuliner yang tersedia di kawasan pelaksanaan PKB ke-48 diberikan secara gratis dan khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha yang menyajikan kuliner khas Bali.
Beragam sajian tradisional seperti makanan khas daerah, jajanan Bali, hingga olahan kuliner warisan leluhur hadir untuk memperkenalkan cita rasa lokal kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang ke arena PKB. Kehadiran stan kuliner ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri selain berbagai pertunjukan seni, pameran budaya, dan kegiatan kreatif lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan penyediaan stan kuliner secara gratis merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner tradisional Bali.
Menurutnya, pemerintah tidak membebankan biaya sewa maupun pungutan kepada pelaku usaha yang ikut berpartisipasi dalam PKB ke-48. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM kuliner untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Stan kuliner yang ada di PKB tahun ini kami fasilitasi secara gratis. Tidak ada pungutan biaya kepada pelaku usaha yang berpartisipasi, dengan catatan makanan dan minuman yang dijual memang merupakan kuliner khas Bali,” ujar Ida Bagus Alit Suryana, Kamis, 18 Juni 2026.
Selain memberikan ruang promosi, panitia juga menerapkan ketentuan agar seluruh produk yang dijajakan benar-benar mencerminkan kekayaan kuliner Bali. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan kuliner modern yang semakin beragam.
Menurut Ida Bagus Alit Suryana, keberadaan stan kuliner tradisional menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar. Tidak hanya masyarakat Bali, wisatawan yang berkunjung ke PKB juga dapat mengenal dan menikmati berbagai makanan khas dari berbagai daerah di Pulau Dewata.
“Melalui PKB ini, kuliner Bali juga menjadi bagian dari kebudayaan yang harus terus diperkenalkan. Harapannya masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga keberadaan kuliner tradisional Bali,” katanya.
Sejumlah pengunjung terlihat antusias memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mencoba berbagai makanan dan jajanan khas Bali yang disediakan. Bagi wisatawan, keberadaan area kuliner menjadi pengalaman tambahan untuk mengenal budaya Bali tidak hanya melalui seni pertunjukan, tetapi juga melalui cita rasa makanan tradisional.
Selain mengangkat potensi kuliner daerah, pelaksanaan PKB ke-48 juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan. Panitia mewajibkan seluruh pelaku usaha kuliner untuk mengelola sampah yang dihasilkan secara mandiri selama kegiatan berlangsung.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari implementasi tema Atma Kerthi yang diusung dalam penyelenggaraan PKB tahun ini. Pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu aspek yang diperkuat agar pelaksanaan kegiatan budaya tetap berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Panitia juga mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan kawasan Taman Budaya Bali dengan tidak membuang sampah sembarangan. Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman selama berlangsungnya PKB.
Sejak hari pertama penyelenggaraan, antusiasme masyarakat terhadap PKB ke-48 terus terlihat. Ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya sekaligus menikmati sajian kuliner khas Bali yang ditampilkan oleh pelaku usaha dari berbagai daerah.
Dengan menghadirkan ruang promosi gratis bagi pelaku usaha kuliner dan tetap mengedepankan pelestarian budaya serta kepedulian lingkungan, PKB ke-48 tidak hanya menjadi perayaan seni, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian warisan kuliner Bali.










