TVRINews, Karangasem
Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Bali memadati kawasan Pura Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, pada Kamis 18 Juni 2026. Kedatangan umat bertepatan dengan Wrhaspati Umanis Uku Dungulan atau Umanis Galungan yang menjadi puncak pelaksanaan karya pujawali di Pura Lempuyang, salah satu pura Sad Kahyangan di Bali yang diyakini sebagai stana Sang Hyang Geni.
Sejak pagi, kawasan Pura Lempuyang mulai dipadati pemedek yang datang untuk melaksanakan persembahyangan dan menghaturkan bakti dalam rangkaian karya pujawali. Momen Umanis Galungan menjadi waktu bagi umat Hindu untuk melakukan mendak tangkil atau melakukan persembahyangan bersama di pura yang berada di kawasan Gunung Lempuyang tersebut.
Rangkaian persembahyangan diawali dari Penataran Agung Lempuyang. Umat kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pura Telaga Mas, Pura Pasar Agung, hingga menuju Pura Lempuyang Luhur yang berada di puncak Gunung Lempuyang.
Untuk mencapai pura utama, umat harus melewati jalur pendakian dengan menaiki ribuan anak tangga. Meski perjalanan cukup panjang dan membutuhkan tenaga, antusiasme umat tetap tinggi untuk mengikuti rangkaian persembahyangan sebagai bentuk bhakti dan penghormatan dalam pelaksanaan karya pujawali.
Karena kapasitas area utama pura terbatas, pihak pengelola bersama desa adat menerapkan sistem persembahyangan secara bergiliran. Pengaturan ini dilakukan agar umat tetap dapat melaksanakan persembahyangan dengan tertib serta menjaga kekhusyukan rangkaian upacara.
Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati, mengatakan persiapan pelaksanaan karya pujawali telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk pengaturan alur kedatangan umat untuk menghindari penumpukan di kawasan pura.
“Karena pemedek yang datang cukup banyak, kami mengatur persembahyangan secara bergiliran. Pecalang kami siagakan mulai dari area parkir sampai menuju Pura Lempuyang Luhur agar perjalanan umat bisa berjalan tertib dan lancar,” ujar I Nyoman Jati.
Selain pengaturan umat, aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas juga menjadi perhatian selama pelaksanaan karya pujawali. Kepadatan kendaraan pemedek yang menuju kawasan pura menjadi salah satu hal yang diantisipasi oleh aparat kepolisian.
Polsek Abang mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik jalur menuju Pura Lempuyang. Petugas ditempatkan di sepuluh titik strategis guna mengatur arus kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan panjang.
Kapolsek Abang, AKP I Komang Susiawan, mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama pelaksanaan karya pujawali dapat berlangsung aman dan tertib.
“Kami menempatkan personel di beberapa titik jalur menuju Pura Lempuyang, khususnya di sepuluh titik yang menjadi lokasi rawan kepadatan. Pengaturan lalu lintas kami lakukan agar kendaraan pemedek tetap bisa bergerak dan tidak terjadi kemacetan panjang,” kata AKP I Komang Susiawan.
Sementara itu, selama berlangsungnya karya pujawali, Desa Adat Purwayu melakukan penutupan sementara aktivitas kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Lempuyang. Penutupan berlaku mulai 17 hingga 21 Juni 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi pelaksanaan rangkaian upacara agar berjalan lancar dan tidak terganggu oleh aktivitas lain. Pihak desa adat memastikan setelah rangkaian karya pujawali selesai, aktivitas kunjungan wisatawan akan kembali dibuka.
Pura Lempuyang menjadi salah satu pura penting bagi umat Hindu Bali dan termasuk dalam jajaran Sad Kahyangan. Selain menjadi tempat persembahyangan, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi spiritual yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Setiap pelaksanaan karya pujawali, ribuan umat Hindu dari berbagai daerah datang untuk melakukan persembahyangan sebagai bentuk penghormatan, pengabdian, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun.










