TVRINews, Badung
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua anak yang dilaporkan terseret arus ombak saat bermain bola di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Hingga hari kedua operasi pencarian, Senin, 8 Juni 2026, kedua korban belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Airlangga Andrianto (13) dan Noval Aditya Saputra (8), warga Jalan Mataram, Kuta. Keduanya dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berusaha mengambil bola yang terbawa ombak ke laut pada Minggu petang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.05 WITA. Saat itu, kedua korban sedang bermain bola di sekitar bibir pantai. Namun, bola yang digunakan terbawa ombak ke arah laut. Ketika berusaha mengambilnya, keduanya diduga terseret arus kuat dan tidak mampu kembali ke daratan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian dari seorang warga bernama Asad sekitar pukul 18.50 WITA. Setelah menerima laporan, Basarnas Bali langsung mengerahkan enam personel menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Koordinator SAR Lapangan, I Ketut Wirajaya, mengatakan tim segera melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat. Namun, pencarian pada malam hari terkendala kondisi gelap yang membatasi jarak pandang.
"Hingga pukul 22.00 WITA, pencarian masih belum membuahkan hasil. Kondisi malam hari dan terbatasnya visibilitas menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian," ujarnya.
Memasuki hari kedua, operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Tim dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.
SRU darat melakukan penyisiran sepanjang garis pantai ke arah selatan sejauh sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU laut mengoperasikan perahu karet untuk menyisir perairan di sekitar lokasi hingga radius sekitar tiga nautical mile atau 5,5 kilometer.
Selain personel Basarnas Bali, operasi pencarian juga melibatkan Balawista Kuta yang mengerahkan jet ski untuk menjangkau area yang sulit diakses perahu pencarian. Sejumlah nelayan setempat turut membantu melakukan pemantauan di perairan sekitar Pantai Kuta.
Basarnas Bali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa laut, agar segera melaporkan kepada petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik di laut maupun di sepanjang garis pantai.
Pantai Kuta merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski menjadi tujuan wisata favorit, kawasan ini memiliki karakteristik gelombang dan arus laut yang cukup kuat, terutama pada sore hingga malam hari serta saat kondisi cuaca dan pasang surut tertentu.
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama anak-anak yang bermain di sekitar bibir pantai. Pengawasan orang tua dan kepatuhan terhadap imbauan petugas keselamatan pantai dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap kedua korban yang diduga terseret arus di Pantai Kuta.










