TVRINews, Denpasar
Sebanyak 17 atlet asal Bali memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Keikutsertaan para atlet tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan olahraga prestasi di Bali sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan di level kompetisi Asia.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Kontingen Indonesia pada akhirnya diperkuat 430 atlet yang tampil di 35 cabang olahraga. Jumlah tersebut merupakan hasil finalisasi setelah sebelumnya Indonesia mencatat 432 atlet pada tahap entry by name.
Bagi Bali, keberadaan 17 atlet dalam kontingen nasional menjadi perhatian tersendiri. Para atlet tersebut tidak langsung mencapai level Asian Games, melainkan melalui proses pembinaan dan kompetisi secara bertahap, mulai dari tingkat daerah, nasional hingga akhirnya masuk dalam seleksi tim Indonesia.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, I Ketut Jagrasunu, mengatakan keterlibatan atlet Bali di Asian Games menunjukkan proses pembinaan olahraga prestasi di daerah terus berjalan. Menurutnya, keberhasilan atlet menembus kompetisi internasional merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan.
“Keikutsertaan atlet Bali di Asian Games ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini terus berjalan. Mereka tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses dari tingkat daerah, nasional sampai akhirnya bisa mewakili Indonesia di tingkat Asia,” ujar Jagrasunu, Senin, 21 September 2026.
Menurut Jagrasunu, Asian Games memiliki arti penting bagi pembinaan atlet karena memberikan pengalaman bertanding menghadapi atlet dari berbagai negara. Kompetisi dengan level yang lebih tinggi memungkinkan atlet mengetahui sejauh mana kemampuan teknik, fisik dan mental yang telah dibangun selama menjalani pembinaan.
Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet, pelatih maupun organisasi olahraga untuk menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki. Dengan menghadapi lawan dari negara lain, atlet dapat memperoleh gambaran mengenai standar persaingan yang harus dihadapi apabila ingin mempertahankan prestasi di tingkat internasional.
Asian Games Aichi-Nagoya sendiri diikuti sekitar 17 ribu peserta dari 45 negara dan wilayah. Ajang edisi ke-20 tersebut mempertandingkan 43 cabang olahraga dengan 469 nomor perebutan medali. Sejumlah cabang olahraga baru juga masuk dalam program, antara lain mixed martial arts, padel, surfing, virtual taekwondo dan teqball.
Sejumlah atlet asal Bali juga telah mulai tampil dalam pertandingan. Pada Senin, 21 September 2026, misalnya, atlet renang I Gede Siman Sudartawa dijadwalkan tampil pada nomor 50 meter gaya punggung putra. Sementara dari cabang karate, atlet asal Bali Komang Sudarnita dan Ni Ketut Maharani juga tercatat dalam daftar wakil Indonesia yang bertanding.
Selain menjadi arena persaingan, Asian Games juga menjadi bagian dari proses pematangan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi. Pengalaman tampil di ajang multievent internasional dapat menjadi modal bagi atlet untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya, termasuk kompetisi dunia dan agenda olahraga internasional lainnya.
Bagi Bali, keikutsertaan 17 atlet tersebut juga menjadi evaluasi terhadap keberlanjutan sistem pembinaan olahraga daerah. Prestasi atlet tidak hanya ditentukan ketika mereka sudah berada di level nasional, tetapi juga dipengaruhi proses pembinaan sejak usia dini, kualitas kompetisi, pelatih, fasilitas latihan serta dukungan terhadap kebutuhan atlet.
Jagrasunu menegaskan KONI Bali tetap berharap para atlet mampu memberikan hasil terbaik selama membela Indonesia. Namun, target tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Pengalaman bertanding, kemampuan menghadapi tekanan kompetisi serta peningkatan kualitas atlet juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan.
Persaingan di Asian Games 2026 sendiri tidak mudah karena para atlet Indonesia berhadapan dengan peserta dari negara-negara dengan tradisi olahraga kuat di Asia. Karena itu, keikutsertaan atlet Bali tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman untuk melihat posisi kemampuan mereka ketika berhadapan langsung dengan atlet terbaik di kawasan Asia.
Dari proses tersebut, pengalaman para atlet diharapkan dapat dibawa kembali ke daerah untuk memperkuat pembinaan olahraga Bali. Hasil evaluasi dari kompetisi internasional dapat menjadi bahan bagi cabang olahraga dan KONI dalam menyiapkan program pembinaan berikutnya, termasuk regenerasi atlet.
Dengan demikian, keterlibatan 17 atlet Bali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak berhenti pada pencapaian mewakili Indonesia. Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian panjang pembentukan atlet, mulai dari pembinaan di daerah hingga kemampuan bersaing di panggung olahraga internasional.










