TVRINews, Denpasar
Pemerintah Kota Denpasar belum dapat menghentikan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung mulai 1 Agustus 2026 sesuai target yang telah ditetapkan. Penundaan dilakukan karena fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 250 ton per hari yang menjadi bagian dari program transisi pengelolaan sampah masih dalam tahap pemasangan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan perkembangan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Bali. Menurutnya, proses instalasi mesin diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga seluruh sistem siap beroperasi.
“Kami sudah melaporkan kepada Bapak Gubernur bahwa mesin pengolah sampah berkapasitas 250 ton per hari masih dalam proses pemasangan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi. Karena itu, penghentian pengiriman sampah ke TPA Suwung belum bisa dilaksanakan sesuai target,” ujar Jaya Negara.
Meski target tersebut belum tercapai, Pemkot Denpasar menegaskan tetap berupaya mengurangi ketergantungan terhadap TPA Suwung dengan memaksimalkan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah menambah jam operasional fasilitas pengolahan sampah dari dua shift menjadi tiga shift setiap hari. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA Suwung semakin berkurang.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pelibatan masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 174 ribu kantong komposter telah didistribusikan kepada warga untuk mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga.
Program tersebut dinilai memberikan hasil positif. Jika sebelumnya kapasitas pengolahan sampah dari sumber hanya sekitar 75 ton per hari, kini meningkat menjadi sekitar 250 ton per hari. Peningkatan itu menjadi salah satu strategi utama untuk menekan jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA Suwung.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Denpasar mengklaim telah mampu mengolah sekitar 540 ton sampah setiap hari melalui berbagai fasilitas dan program yang dijalankan. Kapasitas tersebut diharapkan terus bertambah setelah fasilitas pengolahan baru berkapasitas 250 ton per hari selesai dipasang dan mulai beroperasi.
Jaya Negara mengatakan perkembangan proyek tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Gubernur Bali. Koordinasi terus dilakukan agar penyelesaian pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga target pengurangan ketergantungan terhadap TPA Suwung dapat segera terealisasi.
Meski penghentian pengiriman sampah ke TPA Suwung harus ditunda, Pemkot Denpasar memastikan pelayanan persampahan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Pemerintah juga akan terus mengoptimalkan berbagai program pengolahan sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berbasis pengolahan dari sumber.









