TVRINews, Badung
Pemerintah Kabupaten Badung mulai merancang pembangunan jalur khusus bagi kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari upaya mempercepat penggunaan transportasi ramah lingkungan. Jalur selebar sekitar 2,25 meter itu diproyeksikan menjadi koridor khusus kendaraan listrik sekaligus mendukung pengembangan kawasan berbasis energi terbarukan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, penyediaan trase khusus merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk mendorong peralihan masyarakat menuju transportasi rendah emisi.
“Ke depan kami merancang trase khusus dengan lebar sekitar 2,25 meter yang diperuntukkan bagi moda transportasi berbasis listrik. Konsep ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan energi terbarukan sehingga transportasi yang digunakan semakin bersih dan ramah lingkungan,” ujar Adi Arnawa.
Menurutnya, jalur tersebut dirancang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Badung, mulai dari kawasan sentral parkir menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kemudian berlanjut hingga kawasan pariwisata Nusa Dua dan Uluwatu. Koridor itu dipilih karena memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, baik oleh wisatawan maupun masyarakat.
Adi Arnawa menilai pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di kawasan pariwisata akan memperkuat citra Badung sebagai destinasi wisata yang menerapkan konsep berkelanjutan. Selain menekan emisi gas buang, langkah tersebut juga mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Rencana pembangunan jalur khusus itu mendapat sambutan positif dari pelaku usaha kendaraan listrik di Bali. Pelaku usaha kendaraan listrik, Kadek Pande Yulia Sanjaya, menilai keberadaan infrastruktur menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik.
Ia berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan dan dibarengi dengan penyediaan fasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian daya, edukasi kepada masyarakat, serta kebijakan yang mendorong penggunaan kendaraan listrik di berbagai sektor.
Menurut Yulia, aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, dapat menjadi pelopor penggunaan kendaraan listrik. Langkah tersebut diyakini mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat mengenai manfaat transportasi rendah emisi.
Selain menyiapkan jalur khusus kendaraan listrik, Pemerintah Kabupaten Badung juga tengah membangun Jalan Lingkar Selatan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di kawasan pariwisata.
Ke depan, infrastruktur tersebut direncanakan terintegrasi dengan sistem transportasi publik dan jaringan kendaraan listrik. Pemerintah berharap pengembangan tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas masyarakat serta sektor pariwisata di Kabupaten Badung.









