TVRINews, Denpasar
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di Kota Denpasar dikemas dengan pendekatan berbeda. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi mengisi momentum tersebut dengan kegiatan kolaboratif yang menekankan aksi sosial, kepedulian lingkungan, serta penguatan perlindungan pekerja.
Kegiatan dipusatkan di kawasan Pantai Sidakarya dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pekerja, perusahaan, hingga masyarakat setempat. Konsep ini diarahkan untuk menciptakan peringatan May Day yang lebih produktif, inklusif, dan memberikan dampak langsung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan difokuskan pada aksi nyata, seperti bersih-bersih pantai, penanaman pohon, serta pemberian penghargaan kepada desa adat dan badan usaha yang dinilai berkontribusi dalam hubungan industrial yang sehat.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal di Kota Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.
“Peringatan May Day tidak hanya menjadi refleksi perjuangan pekerja, tetapi juga momentum untuk membangun kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan, Dinas Tenaga Kerja Denpasar bersama berbagai pihak juga melakukan penanaman 500 bibit mangrove di kawasan Pantai Sidakarya. Kegiatan tersebut melibatkan nelayan dan Desa Adat Sidakarya sebagai bentuk partisipasi masyarakat pesisir.
Raini menambahkan, sebanyak 87 badan usaha turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Keterlibatan sektor swasta dinilai penting dalam memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan serta mendukung hubungan industrial yang berkelanjutan.
Secara umum, peringatan May Day di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser dari aksi unjuk rasa menjadi kegiatan yang lebih konstruktif dan kolaboratif. Pemerintah daerah, termasuk di Denpasar, mendorong May Day sebagai ruang dialog, apresiasi, dan aksi sosial.
Melalui pendekatan tersebut, peringatan May Day 2026 di Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pekerja, lingkungan, dan dunia usaha.










