TVRINews, Denpasar
Pemerintah terus memperkuat kinerja ekspor nasional melalui optimalisasi komoditas unggulan daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelepasan ekspor sebanyak lima ton buah salak asal Bali ke Tiongkok yang dilakukan di kawasan Tuban, Kabupaten Badung, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pelepasan ekspor dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Ekspor komoditas hortikultura ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perdagangan luar negeri Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional melalui penguatan komoditas unggulan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Menurutnya, buah tropis Indonesia, termasuk salak dan manggis asal Bali, memiliki peluang besar untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Kementerian Perdagangan mencatat target ekspor nasional pada tahun 2026 mencapai 315 miliar dolar Amerika Serikat. Hingga saat ini, realisasi ekspor telah mencapai sekitar 280 miliar dolar Amerika Serikat, sehingga masih terdapat ruang yang cukup besar untuk dikejar melalui peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk produk pertanian dan hortikultura.
Wamendag menyebut pelepasan ekspor salak ke Tiongkok ini merupakan salah satu langkah konkret dalam mendukung pencapaian target tersebut. Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, ekspor juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok buah tropis berkualitas di pasar internasional.
"Ekspor komoditas pertanian seperti salak menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global. Pemerintah akan terus memperluas akses pasar dan mendampingi pelaku usaha agar mampu memenuhi standar internasional," ujar Dyah Roro Esti Widya Putri.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapan Provinsi Bali untuk berperan lebih besar sebagai hub ekspor nasional. Menurutnya, posisi geografis Bali yang strategis serta citra atau branding Bali yang telah dikenal dunia menjadi modal penting untuk mendukung distribusi produk ekspor Indonesia.
Koster menegaskan bahwa Bali tidak hanya akan menjadi pintu ekspor bagi komoditas yang diproduksi di Pulau Dewata, tetapi juga dapat menjadi jalur ekspor berbagai produk unggulan dari sejumlah provinsi lain. Ia menyebut sejumlah daerah yang berpotensi memanfaatkan Bali sebagai jalur ekspor antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku hingga Nusa Tenggara.
Menurut Koster, penggunaan branding Bali juga dinilai mampu meningkatkan nilai jual produk Indonesia di pasar internasional karena Bali telah memiliki reputasi yang kuat sebagai destinasi wisata dunia.
"Bali siap menjadi hub ekspor nasional. Dengan branding Bali yang sudah dikenal secara global, berbagai produk unggulan dari daerah lain juga dapat memperoleh nilai tambah dan daya saing yang lebih baik di pasar internasional," kata Wayan Koster.
Untuk menjaga keberlanjutan peran Bali sebagai pusat ekspor, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan terus memperkuat ekosistem ekspor melalui peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar internasional, serta sertifikasi di sektor pertanian. Selain komoditas segar seperti salak dan manggis, pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Produk-produk olahan khas Bali, seperti wine lokal dan arak Bali, diproyeksikan menjadi komoditas potensial yang dapat menembus pasar ekspor apabila memenuhi standar mutu, keamanan pangan, serta regulasi negara tujuan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani diharapkan mampu memperkuat daya saing produk Indonesia sekaligus memperluas pangsa pasar ekspor. Langkah ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pencapaian target ekspor nasional pada tahun 2026.









