TVRINews, Badung
Kegiatan Operasi Semut mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di berbagai sekolah di Kabupaten Badung. Melalui kegiatan memungut dan memilah sampah di lingkungan sekolah, peserta didik baru diajak membangun kebiasaan hidup bersih, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat karakter peduli lingkungan sejak hari pertama sekolah.
Operasi Semut dilaksanakan setiap hari selama rangkaian MPLS. Program ini menjadi bagian dari pembentukan karakter melalui aktivitas edukatif, menyenangkan, dan ramah anak, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan MPLS harus bebas dari perploncoan maupun tindakan diskriminatif.
Di sejumlah sekolah dasar hingga sekolah menengah di Kabupaten Badung, siswa baru terlihat menyusuri halaman, taman, lapangan, hingga ruang kelas untuk memungut sampah yang berserakan. Kegiatan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut dilakukan bersama guru dan panitia MPLS.
Selain menjaga kebersihan sekolah, Operasi Semut menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, dan semangat gotong royong. Siswa juga diajak memahami kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Kepala SD Negeri 5 Belok, I Nyoman Jamin, mengatakan Operasi Semut sengaja dijadikan agenda rutin selama MPLS agar peserta didik memiliki kebiasaan menjaga kebersihan sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
"Melalui Operasi Semut kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan selama MPLS, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan siswa setiap hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Senada, Kepala SMP Negeri 1 Mengwi, I Ketut Sumerta, menilai pembentukan karakter peserta didik tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas nyata yang melibatkan siswa secara langsung.
Menurutnya, Operasi Semut menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kerja sama antarsiswa sejak mereka memasuki jenjang pendidikan yang baru.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik tidak hanya memungut sampah, tetapi juga belajar memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk pupuk tanaman di lingkungan sekolah, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk disalurkan ke bank sampah atau dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan dan media pembelajaran kreatif.
Penerapan pengelolaan sampah sejak dini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, kegiatan ini diharapkan membentuk kebiasaan memilah sampah yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
MPLS 2026 tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum membangun karakter peserta didik. Berbagai kegiatan selama masa pengenalan dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar baru, mengenal warga sekolah, memahami tata tertib, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, toleransi, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui Operasi Semut, sekolah berharap budaya hidup bersih tidak berhenti sebagai kegiatan selama MPLS, melainkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan seluruh warga sekolah. Langkah ini diharapkan melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.










