TVRINews, Bangli
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Bangli, Bali. Peristiwa terbaru menghanguskan lebih dari dua hektare kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani.
Kebakaran yang berlangsung cepat tersebut dipicu oleh kondisi vegetasi lahan yang sangat kering, cuaca terik, serta hembusan angin kencang di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga dan pengguna jalan sekitar pukul 12.40 WITA di lahan semak belukar sepanjang Jalan Raya Seked menuju Pura Jati. Besarnya kobaran api membuat warga sekitar sempat melakukan penanganan darurat menggunakan peralatan seadanya sebelum menghubungi tim pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli Cokorda Lanang Mahendra menyampaikan bahwa jajarannya bergerak cepat setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung kami terjunkan ke lokasi,” ujar Cokorda Lanang Mahendra.
Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas Damkar, personel TNI-Polri, KPHK Kintamani, serta masyarakat setempat.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WITA. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan dan penyisiran area untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden kebakaran di TWA Gunung Batur Bukit Payang diduga kuat dipicu faktor kelalaian manusia, seperti pembuangan puntung rokok secara sembarangan di area vegetasi kering.
Selain di Kecamatan Kintamani, musibah kebakaran lahan pada hari yang sama juga terjadi di Banjar Dinas Sama Geriya, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli. Kebakaran di lokasi ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga merembet ke area perkebunan dan hutan bambu seluas 20 are.
Cokorda Lanang Mahendra menjelaskan bahwa tim pemadam kembali menerjunkan dua unit armada untuk melokalisasi kobaran api di Tembuku.
“Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 are lahan perkebunan dan hutan bambu terbakar,” kata Cokorda.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kering. BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli mengimbau warga serta pengguna jalan untuk tidak membakar sampah secara sembarangan dan menghindari pembuangan puntung rokok di area yang rawan terbakar.









