TVRINews, Denpasar
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bali menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen menjaga kepercayaan masyarakat. Di tengah tuntutan modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista, TNI juga dituntut meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pengabdian prajurit.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara puncak HUT ke-81 TNI yang digelar Kodam IX/Udayana di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Jalan Sudirman, Denpasar, Senin pagi.
Upacara berlangsung sederhana dan khidmat. Kegiatan diikuti personel TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Brimob Polda Bali.
Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam amanat tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dipertahankan melalui profesionalisme dan sikap prajurit dalam menjalankan tugas.
“TNI harus menjadi tonggak dalam memperteguh dan menjaga persatuan dan kesatuan, serta menegakkan kedaulatan. Kepercayaan rakyat kepada TNI adalah amanah yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya.”
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan lingkungan strategis dan berkembangnya berbagai bentuk ancaman terhadap pertahanan negara.
Modernisasi Alutsista Harus Diikuti Kualitas Prajurit
Penguatan kemampuan pertahanan menjadi salah satu tantangan TNI ke depan. Modernisasi alutsista diperlukan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman.
Namun, peningkatan kemampuan persenjataan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Prajurit tidak cukup hanya memiliki kemampuan fisik dan operasional. Penguasaan teknologi, kemampuan beradaptasi, kedisiplinan, integritas, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika menjadi bagian penting dari profesionalisme TNI.
Budaya prima yang ditekankan dalam amanat Panglima TNI pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Profesionalisme dan integritas menjadi modal penting untuk memastikan setiap prajurit mampu menjalankan tugas sesuai amanah negara sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Kesejahteraan Prajurit Jadi Bagian Penguatan Institusi
Selain modernisasi alutsista, kesejahteraan prajurit juga menjadi salah satu faktor pendukung profesionalisme.
Peningkatan kesejahteraan diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel sekaligus menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Kualitas pertahanan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengoperasikan dan menjalankannya.
Pengabdian Prajurit di Tengah Masyarakat
Semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat” juga terlihat dari penghargaan yang diberikan kepada sejumlah prajurit berprestasi setelah upacara.
Penghargaan diberikan kepada Serma I Dewa Gede Astawa atas prestasinya dalam olahraga lari 100 kilometer.
Apresiasi juga diberikan kepada Serda I Gede Pradana yang berhasil menyelamatkan korban tenggelam di Pantai Kutampi. Sementara Serma I Ketut Budiasa mendapat penghargaan atas prestasinya di cabang olahraga kecepatan mendarat.
Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan, prestasi olahraga, dan kontribusi langsung kepada masyarakat.
TNI-Polri Perkuat Sinergi di Bali
Peringatan HUT ke-81 TNI di Bali juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI dan Polri.
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolda Bali menyerahkan potongan tumpeng kepada Kasdam IX/Udayana. Simbol tersebut menjadi gambaran sinergi kedua institusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Bali.
Kapendam IX/Udayana menyampaikan bahwa peringatan HUT TNI tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan pengabdian prajurit.
Evaluasi tersebut mencakup upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang, hubungan antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dari kekuatan pertahanan.
Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui kemampuan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui kehadiran prajurit yang profesional, disiplin, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Bali akhirnya menjadi pengingat bahwa membangun kekuatan pertahanan tidak cukup hanya dengan memperbarui alutsista.
Modernisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas prajurit, kesejahteraan, integritas, profesionalisme, serta penguatan hubungan dengan rakyat.
Dengan fondasi tersebut, TNI diharapkan semakin adaptif menghadapi perkembangan ancaman sekaligus mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan Indonesia.










