TVRINews, Gianyar
Kebakaran melanda SD Negeri 2 Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada Rabu sore. Peristiwa yang terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai itu menghanguskan sejumlah ruangan penting, termasuk ruang kepala sekolah, ruang arsip, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan dapur. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Api pertama kali terlihat membesar pada sore hari dan dengan cepat merambat ke beberapa bagian bangunan sekolah. Banyaknya material mudah terbakar, termasuk dokumen berbahan kertas, membuat api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan warga akhirnya berhasil melokalisasi api sehingga tidak menjalar ke ruang kelas lainnya.
Kepala SD Negeri 2 Batuan, Putu Sutrisna, mengatakan kebakaran menghanguskan sejumlah dokumen administrasi, arsip penting, peralatan kantor, serta fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Seluruh siswa dan tenaga pendidik dipastikan selamat karena aktivitas sekolah telah berakhir saat kebakaran terjadi.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap seluruh aset yang terdampak, termasuk dokumen administrasi yang terbakar. Prioritas kami adalah memastikan proses belajar mengajar tetap dapat berjalan," ujar Putu Sutrisna, Kamis, 30 Juli 2026.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik yang berasal dari sebuah kulkas di dalam bangunan sekolah. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa instalasi listrik, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, mengatakan Pemerintah Kabupaten Gianyar langsung berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk menangani dampak kebakaran. Penanganan awal meliputi pembersihan puing, pendataan kerusakan, hingga penyusunan kebutuhan rehabilitasi gedung sekolah.
Menurutnya, proses pemulihan akan dipercepat agar kegiatan pendidikan tidak terganggu dalam waktu lama.
"Kami akan mempercepat penanganan pascakebakaran, mulai dari pembersihan lokasi hingga pemulihan fasilitas sekolah agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman," kata Adi Widya Utama.
Selama proses pemulihan berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dialihkan secara daring. Kebijakan ini diberlakukan sambil menunggu pembersihan lokasi, pemeriksaan keamanan struktur bangunan, dan penataan kembali fasilitas sekolah.
Sekolah juga akan menginventarisasi seluruh dokumen yang hilang maupun rusak. Arsip administrasi yang tersimpan dalam bentuk digital akan dipulihkan, sedangkan dokumen fisik yang terbakar akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk proses penggantian atau penyusunan kembali sesuai ketentuan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar berencana mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana sekolah, terutama sistem kelistrikan di seluruh bangunan pendidikan milik pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di sekolah lain.
Polisi masih menunggu hasil penyelidikan lengkap untuk memastikan penyebab kebakaran. Nilai kerugian material juga masih dihitung setelah pendataan seluruh aset dan bangunan yang terdampak selesai dilakukan. Pemerintah menargetkan rehabilitasi sekolah dapat segera diselesaikan agar pembelajaran tatap muka di SD Negeri 2 Batuan kembali berlangsung normal.









