TVRINews, Tabanan
Antusiasme menyambut ajang sepak bola dunia Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa hingga ke daerah. Di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, warga kompak menghias lingkungan dengan ratusan bendera negara peserta turnamen.
Sepanjang sekitar satu kilometer kawasan banjar hingga batas desa, berbagai atribut negara peserta dipasang secara swadaya oleh warga. Hiasan tersebut menjadi simbol dukungan sekaligus bentuk partisipasi masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola empat tahunan itu.
Tak hanya memperindah lingkungan, pemasangan bendera juga menciptakan suasana kebersamaan di tengah warga. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua ikut terlibat dalam proses pemasangan maupun penyambutan euforia Piala Dunia 2026.
Kepala lingkungan Banjar Kebon Nyitdah, Agus Krisna Amertha Yoga, mengatakan tradisi menghias lingkungan saat Piala Dunia sudah menjadi kebiasaan warga sejak beberapa edisi sebelumnya.
“Ini sudah menjadi tradisi warga Banjar Kebon sejak Piala Dunia 2014. Setiap turnamen berlangsung, masyarakat selalu berinisiatif memasang bendera negara peserta sebagai bentuk antusiasme,” ujarnya.
Selain dekorasi lingkungan, warga juga berencana menggelar kegiatan nonton bareng sejumlah pertandingan, terutama pada fase akhir turnamen seperti semifinal dan final yang akan disiarkan melalui TVRI.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat interaksi sosial antarwarga di lingkungan setempat.
Ketua STT Ardhya Garini Nyitdah, I Made Bagus Narendra Putra, menyebut sebagian besar pemuda di Banjar Kebon memiliki minat tinggi terhadap sepak bola. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan secara gotong royong.
“Sebagian besar pemuda di sini memang mengikuti perkembangan sepak bola. Pemasangan bendera ini murni inisiatif warga untuk memeriahkan Piala Dunia, dengan negara favorit masing-masing,” katanya.
Hal senada disampaikan pemuda Banjar Kebon, Gde Bagus Made Surya Pardnyana, yang menilai momentum Piala Dunia menjadi ajang memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya soal olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi warga.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Semangat warga Banjar Kebon menjadi gambaran bagaimana ajang olahraga dunia dapat menghadirkan euforia hingga ke tingkat komunitas lokal dan memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.










