TVRINews, Klungkung
Sebuah boat wisata yang mengangkut empat wisatawan dan seorang nahkoda terbakar di perairan Gamat Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis sore. Diduga akibat korsleting listrik pada bagian mesin, kebakaran tersebut membuat lima orang di atas boat terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi oleh boat lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, nahkoda yang juga bertugas sebagai pemandu wisata mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gema Santi Nusa Penida. Sementara itu, boat mengalami kerusakan parah dengan kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum berangkat untuk melakukan aktivitas snorkeling, boat tersebut telah menjalani pemeriksaan terhadap sejumlah aspek keselamatan. Dalam pemeriksaan awal, tidak ditemukan kendala yang berpotensi mengganggu operasional armada.
Namun, insiden terjadi saat boat hendak kembali setelah menyelesaikan aktivitas snorkeling di kawasan perairan Gamat Bay. Boat tersebut tiba-tiba mengalami ledakan sebelum api muncul dan membesar dengan cepat.
Kobaran api kemudian melahap sebagian besar badan boat beserta sejumlah peralatan di dalamnya. Kondisi tersebut membuat nahkoda dan empat wisatawan yang berada di atas boat segera melompat ke laut untuk menghindari kobaran api.
Beruntung, sebuah boat lain yang melintas di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Kelima orang tersebut berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, nahkoda mengalami luka bakar akibat kebakaran dan langsung dilarikan ke RSUD Gema Santi Nusa Penida untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga informasi kejadian dihimpun, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan peristiwa kebakaran boat wisata snorkeling tersebut. Ia menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran berkaitan dengan gangguan kelistrikan pada boat.
“Kemungkinan ini terjadi akibat korsleting kelistrikan di boat tersebut. Untuk memastikan hal tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Iptu Dewa, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha wisata bahari agar tidak mengabaikan pemeriksaan teknis sebelum armada dioperasikan. Pemeriksaan perlu mencakup kondisi mesin, instalasi kelistrikan, serta kelengkapan peralatan keselamatan di atas boat.
Menurutnya, pemeriksaan dan perawatan armada secara berkala penting dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama aktivitas wisata bahari. Hal ini menjadi perhatian karena operasional boat wisata di Nusa Penida melibatkan mobilitas wisatawan di kawasan perairan yang membutuhkan kesiapan armada dan perlengkapan keselamatan.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan transportasi wisata bahari. Sebagai salah satu destinasi unggulan Bali, Nusa Penida menawarkan berbagai aktivitas wisata laut, seperti snorkeling dan menyelam. Karena itu, kondisi armada, kelayakan mesin, serta sistem kelistrikan harus dipastikan aman sebelum digunakan mengangkut wisatawan.
Selain kondisi teknis boat, kesiapan peralatan keselamatan dan kemampuan awak dalam menghadapi keadaan darurat juga menjadi faktor penting untuk mencegah jatuhnya korban apabila terjadi gangguan selama perjalanan.
Meski seluruh wisatawan berhasil diselamatkan, kebakaran tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dan penerapan prosedur keselamatan bagi pelaku usaha wisata bahari di Nusa Penida.










