TVRINews, Denpasar
Euforia final Piala Dunia 2026 terasa begitu meriah di Lapangan Timur TVRI Bali. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) laga puncak sepak bola dunia yang diselenggarakan TVRI Bali, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari.
Sejak beberapa jam sebelum kick-off, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepak bola. Mengenakan atribut tim favorit, mereka menciptakan atmosfer layaknya berada langsung di stadion. Sorak sorai, tepuk tangan, hingga nyanyian dukungan terus menggema sepanjang pertandingan berlangsung.
Suasana nobar berlangsung tertib dan penuh keakraban. Penonton dari berbagai usia tampak menikmati jalannya pertandingan bersama, menjadikan momen tersebut sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda dalam semangat yang sama.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Ida Bagus Gede Yogi Jenana Putra, mengapresiasi penyelenggaraan nobar yang dinilai mampu memperkuat fungsi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik sekaligus ruang berkumpul masyarakat.
"Yang datang ke sini kebanyakan anak muda, dan saya sangat mengapresiasi TVRI yang sudah menyediakan ruang untuk anak-anak muda dan pelaku UMKM. Di sini saya lihat banyak sekali UMKM. Harapannya semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan TVRI bisa berinovasi lebih baik lagi," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menghadirkan tayangan olahraga berkualitas, tetapi juga memperluas akses masyarakat untuk menikmati pertandingan internasional secara bersama-sama serta mempererat kebersamaan.
Salah seorang penonton, Fikri, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk merasakan atmosfer final Piala Dunia yang berbeda dibandingkan menyaksikan pertandingan di rumah.
"Saya sengaja datang ke sini untuk nonton bareng bersama teman-teman. Ini yang nonton ramai banget, seru," kata Fikri.
Di balik kemeriahan pertandingan, kegiatan nobar juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak menjelang malam, stan-stan kuliner di sekitar Lapangan Timur TVRI Bali dipadati pengunjung yang berburu makanan, minuman, dan camilan sebelum maupun selama pertandingan berlangsung.
Antrean tampak mengular di sejumlah lapak. Para pedagang menyiapkan berbagai menu, mulai dari makanan berat, jajanan tradisional, hingga aneka minuman segar. Ramainya aktivitas jual beli membuat banyak pelaku UMKM mampu menghabiskan stok dagangan lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah seorang pelaku UMKM, Deni, mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan berkat ribuan pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Menurut saya, TVRI sangat berkontribusi untuk masyarakat, terutama untuk UMKM sangat membantu, bahkan memberikan ruang secara gratis bagi UMKM. Ini tentunya meningkatkan penghasilan pelaku UMKM," ucap Deni.
Ia menilai kegiatan publik berskala besar seperti nobar menjadi peluang yang sangat dinantikan para pedagang karena mampu meningkatkan jumlah pembeli sekaligus memperkenalkan produk kuliner lokal kepada masyarakat.
Kemeriahan nobar final Piala Dunia 2026 di TVRI Bali menunjukkan bahwa kegiatan publik tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan roda perekonomian melalui peningkatan transaksi UMKM sekaligus memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, dan membangun kebersamaan.










