TVRINews, Badung
Festival Seni Budaya Kabupaten Badung ke-15 yang kembali digelar setelah vakum selama dua tahun menjadi ajang strategis tidak hanya untuk membangkitkan aktivitas seni dan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kreatif bagi ribuan seniman serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival Seni Budaya Kabupaten Badung ke-15 secara resmi dibuka oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Gedung Terbuka Giri Natha Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Kembali terselenggaranya festival ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, mengingat kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal. Selain memberikan ruang bagi seniman untuk berekspresi, festival ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya Bali.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, seniman, komunitas budaya, hingga generasi muda. Menurutnya, kegiatan seni budaya seperti ini perlu terus didukung karena memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah.
Ia berharap Festival Seni Budaya Badung tidak hanya menjadi agenda pertunjukan dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tradisi dan warisan leluhur. Terlebih, seni dan budaya merupakan salah satu kekuatan utama yang menopang daya tarik pariwisata Kabupaten Badung.

"Melalui festival ini, kita ingin memberikan ruang kepada para seniman untuk berekspresi sekaligus memastikan seni dan budaya yang diwariskan oleh leluhur tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya," ujar Adi Arnawa dalam keterangannya dikutip, Kamis 5 November 2026.
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, penyelenggaraan festival tahun ini juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung melibatkan sekitar 81 UMKM binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan untuk memamerkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan.
Puluhan UMKM tersebut menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner lokal hingga hasil karya industri kreatif. Kehadiran stan UMKM di area festival diharapkan dapat membuka peluang promosi dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal kepada masyarakat maupun pengunjung yang datang.
Dengan demikian, festival ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif. Aktivitas festival diharapkan mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan Badung kepada khalayak yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana menjelaskan, Festival Seni Budaya Badung ke-15 berlangsung selama 12 hari, mulai 4 hingga 16 November 2026. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini melibatkan sekitar 1.925 seniman dari berbagai wilayah.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Badung dan daerah lain di Bali, tetapi juga melibatkan seniman dari luar Bali, di antaranya Bandung dan DKI Jakarta. Keterlibatan peserta lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperluas pertukaran kreativitas sekaligus memperkaya ragam pertunjukan yang ditampilkan selama festival.
Berbagai kegiatan seni dan perlombaan telah disiapkan untuk memeriahkan festival tahun ini. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian di antaranya Parade Gong Kebyar, lomba Bapang Barong, Balaganjur, serta pementasan berbagai seni tari tradisional. Festival ini juga menghadirkan pertunjukan tari langka, salah satunya Tari Telek, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisi yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.
Menurut Sukadana, keberagaman agenda tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi berbagai cabang seni agar dapat berkembang dan dikenal masyarakat. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan perlombaan juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas serta regenerasi seniman di Kabupaten Badung.
Lebih jauh, Festival Seni Budaya Badung juga diproyeksikan menjadi salah satu tahapan seleksi sekaligus tolok ukur kemampuan duta seni Kabupaten Badung sebelum mengikuti ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang. Melalui kompetisi dan penampilan yang berlangsung selama festival, pemerintah daerah dapat melihat potensi, kualitas, serta kesiapan para seniman yang nantinya akan mewakili Badung di tingkat provinsi.
Keterlibatan sekitar 1.925 seniman dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan besarnya potensi sumber daya seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Badung. Karena itu, festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda.
Kembalinya Festival Seni Budaya Badung setelah dua tahun tidak terselenggara menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ekosistem seni dan budaya daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Badung.









