TVRINews, Bali
Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali yang berdampak pada kemacetan lalu lintas mulai mengganggu perjalanan wisatawan menuju berbagai daya tarik wisata. Kondisi ini membuat perjalanan wisata membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan, bahkan menyebabkan sejumlah wisatawan harus membatalkan kunjungan ke destinasi yang berjarak jauh dari tempat mereka menginap.
Sekretaris DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, I Nyoman Subrata, mengatakan, hingga saat ini belum terdapat laporan pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali akibat situasi tersebut. Meski demikian, keluhan wisatawan mulai muncul karena perjalanan menuju sejumlah daya tarik wisata tidak dapat berlangsung optimal sesuai jadwal dalam paket tur yang telah disusun.
“Wisatawan mulai menyampaikan keluhan karena perjalanan menuju daya tarik wisata membutuhkan waktu lebih lama akibat kemacetan dan kendala mendapatkan BBM. Kondisi ini membuat agenda perjalanan yang sudah direncanakan tidak selalu dapat terlaksana secara optimal,” ujar Subrata dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Keluhan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku industri jasa perjalanan wisata karena waktu merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan paket tur. Dalam satu rangkaian perjalanan, wisatawan umumnya telah memiliki jadwal kunjungan ke beberapa destinasi yang disesuaikan dengan jarak, waktu tempuh, serta durasi kunjungan di setiap lokasi.
Ketika waktu perjalanan bertambah akibat kemacetan, pemandu wisata dan operator perjalanan harus melakukan penyesuaian terhadap agenda yang telah disusun. Waktu kunjungan di suatu destinasi dapat menjadi lebih singkat agar wisatawan tetap dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Dalam kondisi tertentu, destinasi yang berjarak lebih jauh dari tempat menginap juga berpotensi tidak dapat dikunjungi sesuai rencana.
Situasi ini turut menjadi tantangan bagi wisatawan yang memiliki waktu liburan terbatas. Wisatawan dengan paket perjalanan empat hari tiga malam, misalnya, memiliki waktu yang relatif singkat untuk mengunjungi sejumlah destinasi sebelum kembali ke daerah asal. Tambahan waktu tempuh di jalan dapat mengurangi waktu yang tersedia untuk menikmati daya tarik wisata.
Di sisi lain, pelaku usaha perjalanan wisata harus mempertimbangkan aspek operasional dalam mengatur perjalanan, termasuk ketersediaan BBM bagi kendaraan yang digunakan untuk mengangkut wisatawan. Kendala pada aspek transportasi dapat memengaruhi pengaturan jadwal, pemilihan rute, hingga pelaksanaan kunjungan ke destinasi yang telah masuk dalam paket perjalanan.
Meski keluhan terkait perjalanan wisata mulai muncul, ASITA Bali mencatat belum adanya pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan yang menjadi perhatian saat ini terutama berkaitan dengan kelancaran mobilitas wisatawan dan pelaksanaan agenda wisata selama berada di Bali, bukan pembatalan kedatangan ke Pulau Dewata.
Namun, apabila gangguan perjalanan berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut berpotensi menjadi tantangan bagi kualitas pengalaman wisatawan.
Bali sebagai destinasi wisata internasional tidak hanya dituntut menawarkan daya tarik budaya, alam, dan beragam aktivitas wisata, tetapi juga membutuhkan dukungan aksesibilitas serta transportasi yang memadai agar wisatawan dapat menikmati perjalanan sesuai rencana. Karena itu, pelaku industri perjalanan wisata berharap persoalan antrean BBM dan kemacetan lalu lintas dapat segera ditangani.
Kelancaran distribusi BBM dan mobilitas kendaraan dinilai penting untuk mendukung operasional transportasi wisata, sekaligus menjaga agar agenda perjalanan wisatawan dapat terlaksana dengan lebih baik.
Penanganan persoalan tersebut juga menjadi penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama berlibur di Bali. Dengan waktu tempuh yang lebih terkendali dan ketersediaan BBM yang memadai, pelaku usaha perjalanan wisata diharapkan dapat kembali menjalankan paket tur sesuai jadwal, sementara wisatawan memiliki kesempatan lebih optimal untuk mengunjungi berbagai daya tarik wisata yang telah direncanakan.










