TVRINews, Buleleng
Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, memasuki tahap akhir pengerjaan. Pemerintah Kabupaten Buleleng mencatat progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung serta diresmikan pada 29 Juli 2026.
Transformasi kawasan pusat kota mulai terlihat signifikan, terutama dengan pemasangan 75 lampu trotoar yang mempercantik sekaligus meningkatkan kualitas penerangan ruang publik.
Penyalaan perdana lampu-lampu tersebut dilakukan sebagai bagian dari uji coba sistem penerangan kawasan. Dengan pencahayaan baru tersebut, kawasan Titik Nol Singaraja kini tampak lebih terang dan estetik pada malam hari.
Pemerintah daerah berharap kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat itu dapat berkembang menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus destinasi baru bagi warga dan wisatawan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada keindahan kota, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Penataan kawasan Titik Nol ini kami siapkan agar menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Selain fasilitas pendukung, kami juga menyiapkan sistem keamanan melalui CCTV, dukungan pecalang, serta kantong parkir agar masyarakat yang datang merasa aman dan nyaman,” ujar Sutjidra.
Untuk mendukung keamanan kawasan, pemerintah berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis. Pengawasan juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pecalang Banjar Paketan dan Banjar Tegal yang berada di bawah naungan Desa Adat Buleleng.
Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan kantong-kantong parkir guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung setelah kawasan tersebut resmi dibuka. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban di sekitar pusat kota.
Penataan Titik Nol Singaraja merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan kualitas ruang publik perkotaan. Keberadaan ruang publik yang tertata dinilai penting sebagai sarana interaksi sosial masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha di kawasan sekitar.
Sebagai salah satu kota bersejarah di Bali, Singaraja memiliki peran penting dalam perkembangan pemerintahan dan perdagangan di Pulau Dewata. Sehingga, revitalisasi kawasan pusat kota juga diarahkan untuk memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan perkotaan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan program penataan kota tidak akan berhenti di kawasan Titik Nol. Sejumlah rencana revitalisasi lanjutan telah disiapkan dan akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2027 sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Singaraja secara menyeluruh.
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, kawasan Titik Nol Singaraja diharapkan dapat menjadi ikon baru ruang publik di Buleleng yang aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.










