TVRINews, Tabanan
Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali membeli hewan kurban dari peternak daerah. Salah satu sapi pilihan Presiden tahun ini berasal dari Kabupaten Tabanan, Bali.
Sapi Bali jantan milik peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, terpilih menjadi hewan kurban Presiden untuk Iduladha tahun ini. Sapi berusia tiga tahun dengan bobot 474 kilogram tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp60 juta dan rencananya disembelih di Masjid Nurul Falah, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan.
Pemilik sapi, I Wayan Doni Ardita, mengaku bangga ternaknya kembali dipercaya sebagai hewan kurban Presiden. Tahun sebelumnya, dua ekor sapi miliknya juga dibeli untuk kebutuhan kurban Presiden.
“Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami sebagai peternak lokal. Artinya sapi Bali masih dipercaya kualitasnya dan mampu bersaing secara nasional,” ujar I Wayan Doni Ardita, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Doni, proses pemilihan sapi kurban Presiden dilakukan secara ketat melalui survei dan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan sejak April 2026. Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan hewan, bobot tubuh, usia, bentuk fisik, hingga kelayakan ternak untuk dijadikan hewan kurban Presiden.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, sapi tersebut mendapat perawatan khusus, mulai dari pemberian pakan konsentrat, vitamin tambahan, hingga pengawasan kesehatan rutin. Perawatan dilakukan agar bobot sapi meningkat hingga lebih dari 500 kilogram saat hari pemotongan.
Saat ini Doni memelihara sekitar 30 ekor sapi Bali. Sebagian ternaknya telah dipesan sejumlah masjid di wilayah Tabanan dan Denpasar untuk kebutuhan kurban Iduladha. Sisanya dikembangkan sebagai bibit ternak guna menjaga keberlanjutan populasi sapi Bali.
Permintaan sapi Bali dalam beberapa tahun terakhir juga terus meningkat. Permintaan tidak hanya datang dari Bali, tetapi juga dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Tingginya minat pasar dinilai dipengaruhi kualitas daging sapi Bali yang memiliki tekstur baik, kadar lemak relatif rendah, serta daya tahan tubuh ternak yang kuat.
Sapi Bali merupakan plasma nutfah asli Indonesia dan menjadi salah satu komoditas unggulan peternakan nasional. Selain mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis, sapi Bali memiliki efisiensi reproduksi dan kualitas karkas yang baik sehingga banyak dibudidayakan peternak rakyat.
Di Bali, peternakan sapi Bali menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Namun, peternak kini menghadapi tantangan regenerasi karena semakin sedikit generasi muda yang tertarik melanjutkan usaha peternakan keluarga. Kenaikan biaya pakan, keterbatasan lahan, dan perubahan pola kerja masyarakat turut menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan peternakan rakyat.
Terpilihnya sapi lokal asal Baturiti sebagai hewan kurban Presiden diharapkan menjadi dorongan bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak. Momentum ini juga menunjukkan peternakan rakyat di Bali memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat nasional.










