TVRINews, Denpasar
Persiapan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 telah mencapai sekitar 95 persen. Pemerintah Provinsi Bali memastikan seluruh rangkaian festival budaya terbesar dan terlama di Pulau Dewata siap digelar pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026.
Tahap persiapan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian dekorasi panggung di kawasan Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar serta pembangunan panggung kehormatan untuk menyaksikan pawai pembukaan di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan seluruh unsur pendukung pelaksanaan PKB hampir rampung, termasuk kesiapan para seniman yang akan tampil selama satu bulan penuh.
“Secara keseluruhan persiapan sudah mencapai 95 persen. Saat ini kami fokus pada penyelesaian dekorasi panggung dan sarana pendukung lainnya menjelang pembukaan,” ujar Ida Bagus, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Alit Suryana, proses kurasi dan pemantauan kelompok seni peserta telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Tim kurator juga turun langsung ke berbagai daerah untuk memantau latihan para seniman guna memastikan kualitas pertunjukan yang akan disajikan kepada masyarakat dan wisatawan.
Pemerintah Provinsi Bali juga berharap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dapat membuka secara resmi PKB XLVIII Tahun 2026. Undangan telah dikirim ke Sekretariat Negara dan koordinasi terus dilakukan bersama Badan Penghubung Provinsi Bali di Jakarta.
PKB merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia yang telah berlangsung secara konsisten sejak 1979 atas gagasan tokoh budaya Bali sekaligus Gubernur Bali saat itu, Ida Bagus Mantra. Selama hampir lima dekade, PKB berkembang menjadi ruang pelestarian, pengembangan, dan promosi seni budaya Bali yang melibatkan seniman lokal, nasional, hingga mancanegara.
Pawai budaya atau Peed Aya akan menjadi pembuka rangkaian PKB pada 13 Juni 2026. Sembilan kabupaten/kota di Bali akan menampilkan pawai tematik yang mengangkat kekayaan tradisi dan identitas budaya masing-masing daerah.
Salah satu sajian utama pada pembukaan adalah Tari Siwa Nataraja yang melibatkan lebih dari 20 ribu seniman dari seluruh Bali. Sementara itu, sebanyak 3.430 seniman akan tampil langsung dalam pawai pembukaan dengan menampilkan tari tradisional, tabuh, atraksi budaya, dan berbagai karya kreatif sesuai tema PKB tahun ini.
PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna penyucian dan pemuliaan jiwa sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis, seimbang, dan berkelanjutan.
Tema tersebut selaras dengan filosofi masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Seluruh program serta pertunjukan seni selama PKB dirancang untuk merefleksikan nilai-nilai tersebut melalui berbagai karya budaya.
Seperti penyelenggaraan sebelumnya, PKB 2026 akan menghadirkan beragam agenda unggulan, mulai dari pawai budaya, lomba atau wimbakara, pergelaran seni, parade budaya, lokakarya, sarasehan, Jantra Tradisi Bali, Bali World Culture Celebration (BWCC), hingga penganugerahan Adi Sewaka Nugraha bagi tokoh yang berjasa dalam pengembangan kebudayaan Bali.
Selain menjadi ruang ekspresi para seniman, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda serta media dokumentasi dan revitalisasi seni tradisi.
Tahun ini, PKB juga memperkuat partisipasi internasional. Sebanyak 260 seniman mancanegara dari 10 negara dijadwalkan ambil bagian dalam berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya yang tergabung dalam BWCC.
Kehadiran delegasi internasional menunjukkan perkembangan PKB sebagai festival budaya berkelas dunia yang mampu menarik perhatian komunitas seni global. Partisipasi seniman asing juga membuka ruang dialog lintas budaya yang memperkaya pengalaman artistik seluruh peserta.
Di samping fungsi pelestarian budaya, PKB memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali. Setiap tahun, festival ini menarik ratusan ribu pengunjung yang turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri kreatif lokal.
Dengan persiapan yang hampir rampung dan dukungan ribuan seniman dari dalam maupun luar negeri, PKB XLVIII Tahun 2026 diharapkan kembali menjadi perayaan budaya terbesar yang memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia.










