TVRINews, Denpasar
Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya membumikan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bulan Bung Karno yang menjadi salah satu program khas di Provinsi Bali.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.
Di Bali, penguatan nilai Pancasila dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi, mengatakan Bali memiliki program Bulan Bung Karno yang secara khusus menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Menurutnya, Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara khusus menyelenggarakan Bulan Bung Karno sebagai bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Pancasila.
Pelaksanaan Bulan Bung Karno tidak hanya dikemas dalam bentuk kegiatan seremonial. erbagai kegiatan yang diselenggarakan juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung, sehingga nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut antara lain diwujudkan melalui berbagai perlombaan, aksi kebersihan lingkungan, kegiatan sosial, hingga gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
"Melalui kegiatan Bulan Bung Karno, nilai-nilai Pancasila tidak hanya disampaikan dalam bentuk pemahaman, tetapi juga diimplementasikan melalui kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, gotong royong, dan aktivitas yang melibatkan masyarakat," ujar I Komang Kusumaedi, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga agar nilai Pancasila tetap hidup dan relevan. Semangat gotong royong, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta partisipasi dalam kehidupan sosial merupakan bentuk sederhana dari penerapan nilai-nilai kebangsaan di tingkat masyarakat.
Kesbangpol Bali menilai penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkesinambungan, terutama di tengah perkembangan zaman yang membawa perubahan dalam pola interaksi dan kehidupan masyarakat. Penguatan ideologi kebangsaan tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran atau kegiatan formal, tetapi perlu hadir melalui aktivitas yang dapat dirasakan dan dilakukan secara langsung oleh masyarakat.
Semangat gotong royong juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Ketika masyarakat terlibat dalam kegiatan bersama, nilai kebersamaan dan kepedulian dapat tumbuh sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan dan daerah.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan bangsa dari tingkat daerah. Masyarakat yang memiliki semangat persatuan dan kepedulian terhadap sesama diharapkan lebih mampu menghadapi berbagai perubahan serta tantangan yang muncul di tengah perkembangan sosial.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Bali tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, termasuk Bulan Bung Karno, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar Pancasila tidak berhenti sebagai nilai yang dipahami secara konseptual, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku, kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan upaya menjaga persatuan di tengah masyarakat.










